DPR Bakal Kawal Hasil KTT Board of Peace, Pastikan Hak Palestina Terwakili

Ilustrasi anggota DPR RI periode 2024-2029. Foto: MI/Susanto.

DPR Bakal Kawal Hasil KTT Board of Peace, Pastikan Hak Palestina Terwakili

Devi Harahap • 17 February 2026 11:50

Jakarta: Komisi I DPR RI akan mengawal dan memantau hasil tindak lanjut dri keikutsertaan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP). Hal itu untuk memastikan kepentingan nasional dan agenda perdamaian global benar-benar terwakili, termasuk isu Palestina.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono mengatakan fungsi pengawasan DPR akan dijalankan, agar partisipasi Indonesia dalam forum perdana BoP tidak bersifat simbolik, melainkan memberi dampak strategis bagi posisi Indonesia di kancah internasional.

“Komisi I DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki, agar keikutsertaan Indonesia dalam BoP benar-benar membawa manfaat strategis bagi kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor perdamaian dunia,” kata Dave, Selasa, 17 Februari 2026.

Dave menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam KTT BoP di Amerika Serikat menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung arsitektur perdamaian global, khususnya memastikan keterwakilan negara-negara berkembang.

“Sidang perdana BoP menjadi momentum strategis untuk memastikan bahwa suara negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat terwakili secara adil dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia,” ujarnya.

Menurut Dave, Indonesia harus memanfaatkan forum tersebut untuk terus mengedepankan diplomasi, dialog, dan solusi damai dalam menghadapi berbagai konflik internasional. Ia menegaskan, Komisi I DPR juga mendorong agar isu keadilan global tetap menjadi bagian dari agenda Indonesia di BoP.

“Dalam kerangka itu, Indonesia akan terus menyuarakan pentingnya keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hak bangsa Palestina,” kata politikus Partai Golkar tersebut.


Presiden Prabowo Subianto. Dok. Metrotvnews.com

Dave juga menanggapi belum tergabungnya Palestina dalam Dewan Perdamaian bentukan Amerika Serikat. Menurutnya, proses menuju perdamaian bersifat dinamis dan memerlukan ruang dialog yang inklusif.

“Setiap forum perdamaian akan lebih bermakna apabila membuka ruang bagi semua pihak untuk berdialog secara konstruktif. Itu bagian dari proses yang masih berjalan,” ujar Dave.

Sebelumnya, Presiden Prabowo bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat, untuk menghadiri KTT Board of Peace serta melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas penguatan hubungan bilateral dan kerja sama strategis di berbagai bidang. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)