Gema Waisak di Kemayoran Hadirkan Harmoni Spiritual dan Aksi Sosial

Para Bhikkhu berjalan tanpa alas kaki menerima persembahan puja dana berupa makanan, sandang, dan obat-obatan dari umat di sepanjang Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dokumentasi/ istimewa.

Gema Waisak di Kemayoran Hadirkan Harmoni Spiritual dan Aksi Sosial

Deny Irwanto • 11 May 2026 22:15

Jakarta: Kawasan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran kembali dipenuhi nuansa spiritual dan kebersamaan melalui pelaksanaan Gema Waisak Pindapata Nasional 2026. Kegiatan yang diinisiasi Sangha Theravada Indonesia itu menghadirkan 78 Bhikkhu Sangha dan puluhan ribu umat Buddha dalam prosesi Pindapata sebagai bagian dari peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE.

Prosesi yang berlangsung di sepanjang Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi momen penuh makna ketika para Bhikkhu berjalan tanpa alas kaki menerima persembahan puja dana berupa makanan, sandang, dan obat-obatan dari umat yang hadir. Tradisi luhur yang telah berlangsung selama ribuan tahun itu kembali menghadirkan nilai kesederhanaan, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

"Kami sangat mendukung kegiatan Pindapata ini sebagai bagian dari tradisi spiritual yang mempererat kebersamaan. Ini menunjukkan bahwa Kawasan PPK Kemayoran tidak hanya berperan sebagai pusat bisnis dan acara internasional, tetapi juga menjadi alternatif pelaksanaan aktivitas keagamaan, yang membuktikan keberagaman kegiatan di kawasan kami," kata Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, Teddy Robinson Siahaan, di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Mengusung tema Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri, rangkaian Gema Waisak 2026 tidak hanya menghadirkan prosesi spiritual, tetapi juga berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyebaran eco enzyme sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua Umum Panitia Gema Waisak Pindapata Nasional 2026, Bhikkhu Dhammakaro Mahathera, menyebut Pindapata bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sarana melatih kedermawanan dan memperkuat kehidupan spiritual umat.


Para Bhikkhu berjalan tanpa alas kaki menerima persembahan puja dana berupa makanan, sandang, dan obat-obatan dari umat di sepanjang Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dokumentasi/ istimewa.

"Tema pada kegiatan hari ini adalah menapaki jalan mulia bersumbangsih bagi negeri. Rangkaian Gema Waisak 2026 bukan hanya melalui Pindapata melainkan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, Penyebaran eco enzyme," jelasnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh pemerintah dengan hadirnya Menteri Agama RI Nasaruddin Umar serta perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar, menyampaikan tradisi Pindapata menjadi pengingat penting tentang nilai welas asih dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pada kegiatan Pindapata ini, kita belajar tentang makna kesederhanaan dan kebijaksanaan. Pindapata bukan sekedar menerima makanan melainkan perjumpaan batin antara yang memberi dan menerima," ungkapnya.

Pelaksanaan Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat menjadi tempat tumbuhnya nilai toleransi, kebersamaan, dan kepedulian sosial lintas masyarakat. Di tengah suasana khidmat, ribuan umat yang hadir tidak hanya merayakan Waisak, tetapi juga memperkuat semangat berbagi dan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)