BKSDA Sumbar Siapkan Tembak Bius untuk Evakuasi Harimau Sumatra Masuk Permukiman

Petugas BKSDA Sumbar bersama Pagari Baringin dan Pagari Salareh Aia sedang memasang kamera treap di Tampeh, Jorong Matua Katiak, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matua, Kabupaten Agam, Selasa (5/5/2026). ANTARA/Yusrizal.

BKSDA Sumbar Siapkan Tembak Bius untuk Evakuasi Harimau Sumatra Masuk Permukiman

Whisnu Mardiansyah • 6 May 2026 14:07

Agam: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat menyiapkan opsi tembak bius untuk mengevakuasi harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang sempat mendekati sekelompok warga di Matua Katiak, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matua, Kabupaten Agam, pada Selasa, 5 Mei 2026.

"Kami menyiapkan tembak bius, dan ini opsi yang kami lakukan untuk evakuasi harimau sumatra yang sempat mendekati sekelompok warga," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, di Lubuk Basung, seperti dilansir Antara, Rabu, 6 Mei 2026.

Ade Putra mengatakan BKSDA Sumbar menurunkan dokter hewan ke lokasi setelah menerima laporan adanya sekelompok warga yang berlindung di pondok sawah usai didatangi satwa dilindungi tersebut pada Selasa siang, 5 Mei 2026. Namun, harimau tersebut sudah tidak berada di lokasi dan bergerak menuju nagari (desa) tetangga.

Dengan kondisi itu, BKSDA Sumbar bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin dan Pagari Salareh Aia melakukan patroli pemantauan pada malam hari di lokasi tersebut.
 


"Kami melakukan patroli pemantauan sampai dini hari dan tidak ditemukan tanda keberadaan satwa tersebut. Kami juga memasang kandang jebak di lokasi," ujarnya.

Ade Putra menambahkan bahwa BKSDA Sumbar juga menyediakan kandang jebak untuk mengevaluasi keberadaan harimau tersebut.

"Kami telah memasang kandang jebak di lokasi harimau ditemukan warga Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, sejak Minggu, 2 Mei 2026," katanya.


Ilustrasi Harimau Sumatra. (MI/RK)

Sebelumnya, BKSDA Sumbar mendapatkan laporan dari pemerintah nagari terkait sekelompok warga yang didatangi harimau sumatra saat berada di sawah dan mereka berlindung di pondok. Setelah menerima laporan tersebut, BKSDA Sumbar langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi warga bersama anggota Koramil Matua, Polsek Matua, dan pemerintah nagari.

"Harimau kami jauhkan dari warga, dan mereka langsung dievakuasi ke permukiman dengan jarak sekitar dua kilometer dari sawah mereka," katanya.

Ade Putra mengakui bahwa individu harimau yang terpantau di lokasi hanya satu ekor dengan jenis kelamin betina dan masih berusia anak. Anak harimau tersebut sempat berinteraksi dengan petugas beberapa kali di lokasi kemunculannya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)