Jasa Raharja. (Istimewa)
Kinerja Keuangan Menguat, Jasa Raharja Cetak Laba Rp2,30 Triliun di 2025
Lukman Diah Sari • 22 July 2026 09:40
Jakarta: PT Jasa Raharja (Persero) kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,30 triliun, yang mencatatkan lonjakan sekitar 138,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp963,74 miliar. Capaian gemilang tersebut juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 175,68 persen.
Kinerja positif ini dipaparkan secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Selain menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, RUPS turut membahas sejumlah agenda penting, termasuk Laporan Hasil Evaluasi Kinerja, Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil, serta Laporan Kepatuhan & Laporan Pengendalian Internal.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jasa Raharja dalam menjalankan transformasi perusahaan secara berkelanjutan. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan mampu meningkatkan kualitas perlindungan dasar bagi masyarakat, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi negara," ujar Awaluddin, dalam keterangan resmi diterima pada Rabu, 22 Juli 2026.
Baca Juga :
Jasa Raharja, Ditjen Hubdat, dan Korlantas Pastikan Penanganan dan Jaminan Korban Bus ALS
Sepanjang tahun 2025, pendapatan asuransi Jasa Raharja mencapai Rp8,17 triliun, meningkat dari Rp7,49 triliun pada tahun sebelumnya. Hasil jasa asuransi melonjak tajam menjadi Rp1,95 triliun, sementara pendapatan investasi tumbuh mengesankan menjadi Rp1,40 triliun atau meningkat sekitar 73 persen dibandingkan tahun 2024. Laba sebelum pajak juga terkerek naik secara signifikan menjadi Rp2,57 triliun.
Dari sisi fundamental perusahaan, total aset konsolidasian meningkat hingga mencapai Rp20,63 triliun, dengan ekuitas yang kokoh di angka Rp12,62 triliun. Pertumbuhan solid ini mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang semakin kuat dalam mendukung keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat luas.
Arus kas operasional perusahaan turut menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, arus kas dari aktivitas operasi mencapai sekitar Rp1,74 triliun, meroket hampir 115 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, penerimaan premi meningkat menjadi Rp6,87 triliun dengan pembayaran klaim yang tetap terjaga secara optimal.
Kinerja positif tersebut didukung penuh oleh penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Laporan keuangan konsolidasian Jasa Raharja sukses memperoleh opini "Wajar dalam Semua Hal yang Material" dari auditor independen. Selain itu, perusahaan kembali mempertahankan peringkat idAAA/Stable, yang mencerminkan kemampuan sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang.
Menurut Awaluddin, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari aspek finansial semata, melainkan juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kinerja keuangan yang sehat harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Karena itu, Jasa Raharja akan terus memperkuat digitalisasi layanan, memperluas kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menghadirkan layanan perlindungan dasar yang semakin cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat," tegasnya.
Komitmen sosial tersebut juga diwujudkan secara konsisten melalui pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2025, Jasa Raharja merealisasikan Program TJSL sebesar Rp32,33 miliar, disertai dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, serta kegiatan sosial yang seluruh indikator kinerjanya berhasil mencapai target.
Kinerja Layanan Terus Meningkat
Sejalan dengan penguatan kinerja keuangan yang impresif, Jasa Raharja terus mengoptimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui percepatan proses penyerahan santunan serta modernisasi layanan digital. Tercatat hingga Juni 2026, perusahaan telah menyalurkan santunan sebesar Rp1,61 triliun kepada 74.934 korban kecelakaan.
Dari total penyaluran tersebut, pembayaran santunan korban luka-luka melalui mekanisme guarantee letter (GL) mencapai Rp849 miliar atau menyumbang sekitar 99 persen dari total santunan luka-luka keseluruhan.
Awaluddin menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi transformasi perusahaan yang senantiasa berorientasi pada pelayanan publik.
"Melalui penguatan digitalisasi, integrasi layanan dengan Polri dan rumah sakit, serta kolaborasi bersama para pemangku kepentingan, kami ingin memastikan setiap korban kecelakaan memperoleh perlindungan secara optimal," ungkap Awaluddin.
Aspek kecepatan pelayanan juga terus mencatatkan hasil positif. Hingga Juni 2026, rata-rata waktu penyelesaian santunan meninggal dunia tercatat sangat cepat, yakni hanya 1 hari 1 jam, yang didukung oleh kerja sama strategis bersama 2.853 rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.
Di samping itu, pada sektor pencegahan, Jasa Raharja terus memperkuat program keselamatan transportasi bersama para pemangku kepentingan terkait. Sepanjang semester I tahun 2026, perusahaan telah merealisasikan 4.366 program keselamatan transportasi, meliputi edukasi keselamatan, penguatan infrastruktur, operasi bersama lintas instansi, riset wilayah rawan kecelakaan, hingga pengembangan inovasi teknologi keselamatan.