Aktivitas pelayaran di sekitar Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Qatar Buka Kembali Jalur Pelayaran di Tengah Meredanya Konflik AS-Iran
Willy Haryono • 26 July 2026 18:20
Doha: Qatar akan kembali membuka penuh aktivitas navigasi maritim untuk semua jenis kapal mulai Minggu, 26 Juli 2026, mengakhiri penangguhan selama dua pekan yang diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Kementerian Perhubungan Qatar mengumumkan keputusan tersebut melalui pernyataan singkat pada Sabtu kemarin.
Dilansir dari Anadolu Agency, Pemerintah Qatar juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pelayaran untuk mematuhi peraturan dan instruksi maritim yang berlaku guna menjamin keselamatan serta keamanan pelayaran.
Namun, kementerian tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan dibukanya kembali seluruh aktivitas maritim maupun rincian aturan yang akan diterapkan.
Qatar sebelumnya menangguhkan seluruh aktivitas navigasi maritim pada 12 Juli menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan. Sebelum itu, pemerintah juga sempat menghentikan lalu lintas pelayaran pada 29 Juni, kemudian memulihkan sebagian aktivitas pada 5 Juli.
Selama konfrontasi militer terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, sejumlah perusahaan pelayaran menginstruksikan kapal-kapal mereka untuk tetap berada di luar Selat Hormuz karena meningkatnya risiko keamanan akibat eskalasi konflik.
Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan, termasuk Bahrain, Yordania, dan Kuwait.
Pada 8 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata yang dicapai dengan Iran pada Juni telah berakhir dan menuduh Teheran melanggar kesepakatan tersebut.
Pernyataan itu muncul setelah serangan terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz serta kembali memanasnya perbedaan pandangan mengenai aturan pelayaran di jalur laut strategis tersebut.
Amerika Serikat mendorong kebebasan navigasi tanpa pembatasan di Selat Hormuz, sementara Iran bersikeras agar kapal-kapal melintas melalui jalur di dekat pesisirnya dengan mekanisme navigasi yang dikelola Teheran.
Di sisi lain, laporan Axios pada Sabtu menyebut Presiden Donald Trump telah menginstruksikan militer Amerika Serikat untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran, mengakhiri hampir dua pekan operasi militer harian.
Baca juga: Iran dan Oman Bahas Keamanan Selat Hormuz, Klaim Capai Kemajuan Perundingan