Minat Mobil Listrik Tinggi, Industri Ban Ikut Terkerek

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Minat Mobil Listrik Tinggi, Industri Ban Ikut Terkerek

Eko Nordiansyah • 4 March 2026 14:41

Jakarta: Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, pasar kendaraan listrik di Indonesia tercatat meningkat sekitar 49 persen, melampaui rata-rata negara ASEAN. Hal ini tentu memberi peluang pertumbuhan bagi industri pendukungnya, seperti ban.

Hankook Tire melalui PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) mengimbau para pengguna kendaraan listrik untuk lebih memperhatikan pemilihan ban yang tepat melalui lini ban Hankook iON, yaitu ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik di berbagai kondisi jalan.

“Produk-produk Hankook Tire selalu dikembangkan dengan mempertimbangkan dinamika kebutuhan pasar, termasuk meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” kata Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia Bartek (Byunghak) Choi dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Maret 2026.

Hankook iON dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik mobil listrik dan kebutuhan pengendaranya, dengan menghadirkan berbagai teknologi unggulan. Selain itu, Hankook iON tersedia dalam beberapa tipe yaitu iON EVO, iON EVO AS, iON GT, serta iON ST AS.

“Kami hadir sesuai kebutuhan pasar lokal, mulai dari kondisi dan konstruksi jalan hingga kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia. Melalui lini Hankook iON, beragam pilihan ban dirancang khusus untuk kendaraan listrik guna mendukung kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan berkendara,” ujarnya.



(Ban Hankook iON yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. Foto: Dok istimewa)

Dukung keamanan berkendara

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto menekankan bahwa kondisi cuaca, khususnya saat hujan, menjadi salah satu faktor dalam keselamatan berkendara. Setidaknya ada rata-rata 10 kasus kecelakaan lalu lintas jalan per hari ketika cuaca sedang hujan.

“Data Korlantas Polri yang kami peroleh pada tahun 2025 memperlihatkan bahwa kecelakaan dalam kondisi hujan sebanyak 3.715 kasus atau 2,4 persen dari total kejadian, sedangkan ketika berawan atau mendung sebanyak 2.878 kasus atau sekitar 1,86 persen,” tambah Edo.

Untuk mengurangi risiko aquaplaning, Sekretaris Jenderal Jarak Aman Harso Kurniawan menambahkan, intinya kondisi ban jangan sampai ‘botak’ agar tetap ada jalur air. Menurut dia, kondisi ban yang baik juga turut meningkatkan kemampuan pengereman kendaraan.

“Selain itu penting untuk memperhatikan jarak aman dan laju kecepatan ketika berkendara saat musim hujan,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)