Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. ANTARA/HO-BGN
BGN Harap Pekerja dan Penerima Manfaat MBG Terlindungi BPJS Kesehatan
M. Iqbal Al Machmudi • 4 March 2026 14:15
Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berharap penerima manfaat dan pekerja yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terlindungi BPJS Kesehatan. Per Rabu, 4 Maret 2026, sudah ada 24.443 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, ada 1,2 juta pekerja yang terlibat langsung dalam program MBG. Kemudian, program MBG sudah melayani 61,2 juta penerima manfaat dari Sabang sampai Merauke.
"Bagi pekerja atau semua pihak yang terlibat langsung dalam program MBG, bagian yang sangat penting bagaimana agar jaminan kesehatan pada para pekerja yang terlibat langsung mendapatkan jaminan sosial yang cukup," kata Dadan dalam kick off BPJS Kesehatan Tanggap di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Dadan menjelaskan pihaknya baru memberikan BPJS Ketenagakerjaan. Dia berharap ke depan, para pekerja MBG bisa mendapatkan BPJS Kesehatan.
"Sementara ini kita baru memberikan BPJS Ketenagakerjaan, dan yang belum (BPJS) kesehatan dan mudah-mudahan dengan adanya program baru memang masih harus kita kaji bersama," ujar dia.
Baca Juga:
Evaluasi Program MBG: 49 SPPG Dihentikan Sementara, 4 Unit Kembali Beroperasi |
.jpeg)
Ilustrasi SPPG Makan Bergizi Gratis. Dok. MTVN
Selain itu, dia berharap perlindungan jaminan kesehatan diterapkan kepada penerima manfaat MBG. "Kita membutuhkan jaminan kesehatan. Dalam pikiran kami bagaimana program ini juga memberikan jaminan bagi para penerima manfaat yang sebentar lagi akan mencapai puncaknya dan sehingga semua orang akan merasa terlindungi di dalam berbagai setiap aktivitasnya," ungkap dia.
BGN menyambut launching program BPJS Kesehatan Tanggap. Dia berharap adanya kolaborasi bersama antara BGN dan BPJS Kesehatan untuk melihat mekanisme yang bisa disinergikan untuk masyarakat Indonesia.
"Program ini saya kira-kira sangat penting terutama untuk seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya tentu saja untuk program MBG menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan karena saat ini program MBG telah berkembang demikian pesat," ujar dia.