Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: dok Sekretariat Presiden.
Pasokan dari Timur Tengah Terhenti, Indonesia Kini Impor Minyak dari AS
Husen Miftahudin • 5 March 2026 12:39
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan impor minyak mentah (crude) dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari pengalihan impor minyak dari Timur Tengah sudah berlangsung secara bertahap.
"Sekarang sudah mulai berjalan. Bertahap, ya, bertahap," ujar Bahlil ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
Bahlil menyampaikan, impor minyak tidak bisa dilakukan sekaligus, sebab Indonesia memiliki keterbatasan kapasitas storage atau fasilitas penyimpanan minyak mentah.
Oleh karena itu, selain mengalihkan impor minyak dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Indonesia juga merespons perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran melalui percepatan pembangunan storage.
| Baca juga: Demi Simpan Cadangan hingga 3 Bulan, Indonesia Butuh Storage Baru BBM |

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Tambah kapasitas penyimpanan BBM jadi tiga bulan
Pemerintah Indonesia akan menambah kapasitas penyimpanan, dari yang semula maksimal 25–26 hari, menjadi 90 hari atau tiga bulan sesuai dengan standar internasional.
"Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera dibangun. Supaya apa? Kita ini kan butuh survival," ucap Bahlil.
Indonesia sudah mendapatkan investor untuk pembangunan storage yang direncanakan berlokasi di Sumatra. Saat ini, pembangunan storage sedang menjalani studi kelayakan atau feasibility study, sebelum memasuki masa pembangunan. Bahlil menargetkan pembangunan storage dimulai pada tahun ini.