Gerombolan pemuda bermotor menyerang warga Jakut. Foto: Metro TV/Yurike
Gerombolan Pemuda Bermotor Serang Permukiman Warga Tanjung Priok
Yurike • 3 March 2026 21:12
Jakarta: Aksi gerombolan pemotor remaja melakukan konvoi dan menyerang permukiman warga di Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, viral di media sosial. Dalam rekaman amatir, tampak sejumlah remaja menembakkan petasan dan juga membawa senjata tajam, saat berkonvoi melintasi Jalan RE Martadinata mengarah ke Ancol.
Tindakan meresahkan ini terjadi pada Minggu sore, 1 Maret 2026, di saat warga hendak berbuka puasa. Ketua RT 21 RW 01 Sunter Agung, Nunik, mengatakan peristiwa ini memicu kepanikan dan keresahan warga saat beraktivitas mencari takjil di sore hari. Percikan petasan yang dilemparkan pelaku, nyaris saja melukai wajah Nunik saat itu.
"Saya lagi masak di dalam, petasan itu kencang sekali dan sambil klakson mereka, jadi di sini kalau sudah ada klakson banyak dan petasan, pecah sudah di sini. Alhamdulillah tidak ada warga yang kena," kata Nunik di lokasi, Selasa, 3 Maret 2026.
Karena aksi penyerangan itu, Nunik dan warga setempat sepakat untuk menutup portal agar kejadian serupa tak terulang. Warga juga mengantisipasi para remaja itu melakukan hal yang tidak diinginkan, lantaran membawa senjata tajam.
"Saya tutup ini portal, pintu-pintu (akses melewati rel kereta) tutup semua. Besok paginya baru dibuka," kata Nunik.
Nunik pun tidak mengetahui para remaja itu darimana dan tidak tahu motif penyerangan tersebut. Menurutnya, para remaja itu memang sudah membawa petasan dan kemungkinan bertemu dengan gerombolan sekolah lain.
"Itu motor banyak banget, entah gabungan dari sekolah mana-mana saya enggak tahu ya. Mungkin mereka bagi takjil entah di daerah mana, pulang lewat sini, enggak tahu juga tiba-tiba dikasih petasan apa gimana, itu satu motor boncengan tiga, ada perempuannya juga sih," jelas Nunik.

Gerombolan pemuda bermotor menyerang warga Jakut. Foto: Metro TV/Yurike
Nunik mengaku setiap tahun kerap mengalami penyerangan ini. Hal tersebut membuat warga setempat resah.
"Resah banget sudah pasti. Setiap tahun saya di sini begini. Kalau main petasan kan harusnya ke atas, ini diarahkan ke bawah jadi ke warga sini," tutupnya.