Iran Tegaskan Serangan Balasan ke Target Militer Israel Sesuai Piagam PBB

Proyektil rudal Iran yang mengarah ke Israel. Foto: EPA

Iran Tegaskan Serangan Balasan ke Target Militer Israel Sesuai Piagam PBB

Fajar Nugraha • 8 June 2026 11:49

Teheran: Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada Senin, 8 Juni, bahwa serangan defensif Republik Islam Iran terhadap target-target militer di wilayah pendudukan utara merupakan bentuk pembelaan diri yang sah.

Langkah tersebut dilakukan dalam kerangka Pasal 51 Piagam PBB, sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata yang berulang kali dilakukan oleh rezim Zionis.


Dalam pernyataan resminya kementerian tersebut menjelaskan bahwa serangan ini diluncurkan untuk membalas pelanggaran terus-menerus Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata 8 April. Pelanggaran tersebut termasuk kolaborasi Israel dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyerang kapal-kapal serta target domestik di Iran selatan selama dua pekan terakhir, ditambah aksi pembajakan maritim yang didukung AS terhadap bangsa Iran.

Pihak Iran menekankan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian damai 8 April lalu. Oleh karena itu, Amerika Serikat dinilai memikul tanggung jawab langsung atas segala bentuk pelanggaran Israel serta eskalasi situasi yang terjadi di kawasan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran juga melayangkan peringatan keras bahwa setiap manuver berbahaya dari rezim Zionis yang ditujukan kepada Lebanon maupun Iran akan langsung berhadapan dengan respons yang menghancurkan dan menyeluruh dari angkatan bersenjata Iran.

“Republik Islam Iran menegaskan kembali tekad serius bangsanya untuk secara tegas membela keamanan dan kepentingan nasionalnya di mana pun yang dianggap perlu,” demikian bunyi pernyataan tertulis dari kementerian tersebut, seperti dikutip Press TV, pada Senin, 8 Juni 2026.

Sebagai informasi, kesepakatan gencatan senjata pada 8 April lalu berhasil dicapai melalui mediasi Pakistan, setelah perang intensif selama 40 hari yang diluncurkan AS-Israel terhadap Iran. Meskipun kesepakatan damai telah berjalan, Israel terpantau tetap melanjutkan agresi militernya terhadap wilayah Lebanon dan Jalur Gaza, sementara pihak AS juga masih mempertahankan blokade laut di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sejauh ini, pihak Iran secara konsisten terus menegaskan bahwa setiap perjanjian final yang disepakati nantinya wajib menyertakan poin penghentian permusuhan secara komprehensif di semua lini pertempuran, termasuk di Lebanon.

Rentetan serangan terbaru dari militer Iran ini meluncur setelah rezim Israel melakukan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata, melalui peluncuran serangan mematikan yang menghantam wilayah pinggiran selatan Beirut pada hari Minggu kemarin.

Sebelumnya pada pekan lalu, otoritas Iran sebenarnya telah mengeluarkan peringatan bahwa mereka akan langsung membidik wilayah pendudukan Israel jika terjadi serangan yang mengarah ke Beirut dan sekitarnya.

(Kelvin Yurcel)

(Fajar Nugraha)