Pengunjung berwisata di Kebun Raya, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Maret 2026. ANTARA/HO-PT MNR
Pengunjung Kebun Raya Bogor Melonjak 40 Persen Selama Libur Lebaran
Silvana Febiari • 24 March 2026 08:32
Kota Bogor: Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, mencatat kenaikan jumlah pengunjung lebih dari 40 persen pada libur Lebaran 2026 dibandingkan tahun lalu yang mencapai 10 ribu per hari. Peningkatan ini terjadi hingga H+3 Lebaran, seiring tingginya minat masyarakat menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai alternatif wisata tanpa mudik.
Senior Manajer Operasional PT Mitra Natura Raya Afandika Akbar Utama mengatakan tren kenaikan ini diharapkan terus berlanjut hingga akhir masa libur Lebaran.
“Pantauan kami libur Lebaran H+3 jumlah pengunjung Kebun Raya Bogor mengalami peningkatan lebih dari 40 persen dibandingkan tahun lalu. Kami menargetkan 100 ribu pengunjung dengan target 10 ribu pengunjung per hari,” ujar Afandika, dilansir dari Antara, Selasa, 24 Maret 2026.
Menurut dia, lonjakan tersebut tidak lepas dari hadirnya program “Poelang Kampoeng” yang digelar pada 21–29 Maret 2026 di Taman Reindwart, Kebun Raya Bogor. Program ini dirancang sebagai alternatif ruang perayaan Lebaran bagi masyarakat yang tidak mudik, dengan menghadirkan suasana kampung halaman dalam satu kawasan.
Afandika menjelaskan bahwa konsep yang diusung mengangkat tradisi, kebersamaan, serta aktivitas khas Lebaran. Semua itu dikemas untuk memberikan pengalaman yang hangat dan inklusif bagi pengunjung.
“Melalui tradisi, kebersamaan, dan aktivitas khas Lebaran, Kebun Raya dihadirkan sebagai ruang perayaan yang menghidupkan suasana pulang kampung dalam bentuk pengalaman yang relevan bagi pengunjung,” ungkapnya.
.jpg)
Warga berfoto dengan latar Istana Bogor saat berwisata ke Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. (Foto: MI/Ramdani)
Program “Poelang Kampeong” terbagi dalam empat zona utama, yakni Kampung Rasa, Kampung Budaya, Kampung Kumpul, dan Kampung Bermain.
Di zona Kampung Rasa, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Nusantara dari pelaku UMKM lokal. Pilihannya meliputi mie kocok Bandung, pempek Palembang, gudeg Yogyakarta, hingga papeda gulung dari Papua.
Sementara itu, Kampung Budaya menampilkan pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah. Atraksinya meliputi tari Jaipong, Reog Ponorogo, tanjidor, hingga ondel-ondel yang dikemas secara interaktif.
Di sisi lain, Kampung Kumpul menjadi ruang santai bagi keluarga untuk berpiknik dan menghabiskan waktu bersama. Konsepnya terbuka tanpa aktivitas yang mengikat.
Adapun Kampung Bermain menyuguhkan berbagai permainan tradisional seperti egrang, bakiak panjang, dan engklek. Permainan ini dapat dimainkan bersama, sehingga menghadirkan nuansa nostalgia kampung halaman.