Ilustrasi. Foto: Dok MI
IHSG Diprediksi Menguat usai Libur Lebaran
Eko Nordiansyah • 24 March 2026 17:47
Jakarta: Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, seusai libur panjang Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Ia menyebut, salah satu sentimen utama yaitu kabar terbaru dari konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda selama lima hari serangan militer ke pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran.
"Pembukaan IHSG di Rabu dibayangi potensi tekanan jual, tetapi pulihnya pasar keuangan pascapenundaan serangan Trump ke infrastruktur listrik dan energi Iran, membuka peluang IHSG bergerak terbatas dengan support di level 7.100 sampai 7.000 dan resistance di level 7.250 sampai 7.349," ujar Hans dilansir dari Antara, Selasa, 24 Maret 2026.
Selama libur panjang Lebaran, Hans menjelaskan pasar keuangan global mengalami volatilitas tinggi akibat ketidakpastian perang antara AS dan Israel melawan Iran.
Trump tunda serang Iran
Trump memberikan ancaman akan menghancurkan fasilitas listrik di Iran apabila Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam.Menanggapi ancaman itu, Iran membalas dengan ancaman akan menghancurkan infrastruktur energi dan minyak di kawasan teluk, apabila fasilitas listrik negaranya di serang.
Baca Juga :
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Akhirnya pada Senin, 23 Maret 2026, Trump mengatakan akan menunda selama lima hari serangan militernya ke pembangkit listrik dan fasilitas energi di Iran. Pernyataan Trump tersebut mendorong Bursa saham di Wall Street, AS, dan Bursa saham Eropa mengalami penguatan pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026.
"Pasar ekuitas Uni Eropa menguat setelah penundaan serangan Trump. Kawasan Uni Eropa dan Asia sangat terpengaruh harga energi, karena ketergantungan pada impor melalui Selat Hormuz," ujar Hans.
Namun demikian, Hans menyebut pernyataan Trump tentang pembicaraan konstruktif untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, telah di bantah oleh Iran, dan Iran telah meluncurkan serangan baru ke Israel dan beberapa lokasi di Timur Tengah.
Menurut Hans, serangan Iran ke pabrik gas di Qatar berpotensi menghapus 17 persen pasokan ekspor Liquefied Natural Gas (LNG) selama tiga sampai lima tahun di negara tersebut.
"Artinya perang ini akan punya dampak yang cukup panjang untuk pasokan minyak dan gas dunia," ujar Hans.
Kebijakan bank sentral disorot
Dari sisi kebijakan moneter, Hans memproyeksikan bank sentral AS The Fed akan menahan suku bunga acuannya selama tahun 2026, atau berubah dari ekspektasi pemotongan sebesar 50 bps sepanjang tahun."Dan masih ada peluang kenaikan 25 bps pada Desember (2026)," ujar Hans.
Dalam pertemuan FOMC terakhir pada Kamis, 19 Maret lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,50-3,75 persen.
Pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026, bursa saham Eropa mayoritas menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,61 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,24 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,22 persen, serta indeks CAC menguat 0,79 persen.
Bursa saham AS di Wall Street kompak menguat pada Senin, 23 Maret 2026, diantaranya indeks Nasdaq Composite menguat 1,22 persen ke 24.188,59 indeks S&P 500 naik 1,15 persen ke 6.581,00, dan indeks Dow Jones menguat 1,38 persen ke 46.208.47.
Bursa regional Asia pada penutupan perdagangan Selasa sore, Indeks Nikkei menguat 804,51 poin atau 1,56 persen ke 52.320,00, indeks Shanghai menguat 68,00 poin atau 1,78 persen ke 3.881,28, indeks Hang Seng menguat 669,03 poin atau 2,74 persen ke posisi 25,051,50, dan indeks Straits Times menguat 31,75 poin atau 0,66 persen ke posisi 4.870,32.
Sementara itu, IHSG ditutup menguat 84,55 poin atau 1,20 persen ke posisi 7.106,84, pada penutupan perdagangan Selasa, 17 Maret lalu atau sebelum libur panjang Lebaran.