Ilustrasi CNG. Foto: dok Subholding Gas.
Mengenal CNG, Alternatif Pengganti LPG 3 Kg yang Disiapkan Pemerintah
Husen Miftahudin • 28 June 2026 20:44
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan skema distribusi Compressed Natural Gas (CNG) kemasan 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.
CNG dinilai memiliki tingkat keamanan yang lebih baik karena sifat gasnya lebih ringan dari udara sehingga mudah menguap ke atas dan tidak mudah terakumulasi apabila terjadi kebocoran.
Rencana penggunaan CNG sebagai substitusi LPG menjadi salah satu strategi diversifikasi energi nasional. Pemerintah menilai pemanfaatan gas alam domestik dapat menjadi solusi untuk menjaga ketahanan energi sekaligus menekan beban impor.
Selain itu, pemanfaatan CNG diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi energi, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga.
Apa Itu CNG?
Mengutip Pgnlng.com, Compressed Natural Gas atau CNG merupakan gas alam yang dikompresi pada tekanan tinggi, umumnya lebih dari 200 bar, agar lebih mudah disimpan dan didistribusikan.
Gas alam sendiri terdiri dari campuran hidrokarbon seperti metana, etana, propana, dan butana. Namun, dalam CNG, kandungan metana mendominasi hingga lebih dari 95 persen.
Karena berbasis gas alam, CNG dikenal sebagai bahan bakar yang lebih bersih dibandingkan sejumlah bahan bakar fosil lainnya.
| Baca juga: Kementerian ESDM Susun Skema Distribusi CNG 3 Kg, Warga Tak Perlu Beli Tabung! |
Perbedaan CNG, LPG, dan LNG
Meski sama-sama digunakan sebagai sumber energi, CNG, LPG, dan LNG memiliki karakteristik yang berbeda.
LPG atau Liquefied Petroleum Gas merupakan campuran propana dan butana yang disimpan dalam bentuk cair pada tekanan tertentu.
Sementara LNG atau Liquefied Natural Gas adalah gas alam yang didinginkan hingga suhu sangat rendah sehingga berubah menjadi cair.
Perbedaan utama ketiganya terletak pada bentuk fisik dan metode penyimpanan. CNG tetap berada dalam bentuk gas dengan tekanan tinggi, LPG berbentuk cair dengan tekanan sedang, sedangkan LNG berbentuk cair dengan suhu sangat rendah.
.jpeg)
(Gas elpiji tiga kg. Foto: dok Pertamina Patra Niaga Regional JBB)
Kegunaan CNG
CNG memiliki pemanfaatan yang cukup luas, mulai dari sektor transportasi hingga rumah tangga.
1. Transportasi
CNG digunakan sebagai bahan bakar alternatif kendaraan seperti bus dan truk. Penggunaannya mampu menekan emisi gas buang, terutama oksida nitrogen dan partikel polutan lainnya.2. Industri
Di sektor industri, CNG dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk berbagai proses produksi. Efisiensi pembakaran dan tingkat emisi yang lebih rendah menjadi nilai tambah bagi pelaku industri.3. Rumah Tangga
Untuk kebutuhan rumah tangga, CNG dapat digunakan untuk memasak dan pemanas air. Penggunaan ini dinilai lebih efisien serta memiliki dampak lingkungan yang lebih kecil.Kelebihan dan kekurangan CNG
Seperti sumber energi lainnya, CNG memiliki sejumlah keunggulan dan keterbatasan.
1. Kelebihan CNG:
- Menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan bahan bakar konvensional.
- Harga relatif lebih stabil karena tidak terlalu dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia.
- Memanfaatkan sumber gas alam yang melimpah sehingga dinilai lebih berkelanjutan.
2. Kekurangan CNG:
- Infrastruktur pengisian dan distribusi masih terbatas di sejumlah daerah.
- Membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar karena harus dikompresi dalam tekanan tinggi.
CNG dinilai menjadi salah satu alternatif energi yang potensial untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan efisien. Namun, implementasinya tetap memerlukan kesiapan infrastruktur dan dukungan distribusi yang memadai.