Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026). ANTARA/Fathur Rochman
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Terpengaruh Algoritma Media Sosial
Achmad Zulfikar Fazli • 17 August 2026 15:29
Jakarta: Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan membebaskan pikiran dan emosi dari pengaruh algoritma di ruang digital. Masyarakat perlu membangun mekanisme dan kebiasaan dalam mengonsumsi informasi agar pikiran maupun emosi tidak mudah dipengaruhi algoritma media sosial.
"Kita kayaknya harus belajar merdeka dari penjajahan algoritma ini," kata Hasan seusai menghadiri Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 17 Agustus 2026.
Dia mencontohkan ramainya pembahasan di media sosial mengenai potongan pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebut upah Rp700 ribu untuk pekerjaan mengupas bawang. Dia menilai perhatian publik terfokus pada potongan pernyataan tersebut daripada keseluruhan substansi pidato Presiden.
"Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden, ya," kata Hasan.
Menurut Hasan, masyarakat sebaiknya melihat pidato atau informasi secara utuh serta tidak terpaku pada satu atau dua kalimat yang dipotong dan beredar melalui media sosial.
Dia mengatakan masyarakat perlu mendalami substansi dan gagasan yang disampaikan daripada mudah terpengaruh narasi yang berkembang dari potongan konten di ruang digital.

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Halaman Istana Merdeka, Jakarta. Foto: BPMI Setpres.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan menyinggung penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut dia, Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajaran pemerintah untuk turun langsung serta mengerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak sejak awal penanganan bencana.
"Hari ini mungkin beberapa menteri masih standby di sana," kata Hasan.
Hasan mengatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berada di wilayah terdampak untuk mendukung penanganan tanggap darurat dan pemulihan.