BNPB Catat 2.969 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT

Proses evakuasi pascagempa NTT. Foto: dok. BNPB.

BNPB Catat 2.969 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT

Whisnu Mardiansyah • 17 August 2026 21:22

Kupang: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan pembaruan data mengenai kerusakan rumah akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan data sementara, kerusakan bangunan tempat tinggal tercatat menyebar di tujuh kabupaten yang terdampak.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton SP Pandjaitan menyampaikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemutakhiran dan verifikasi data kerusakan rumah.

"BPBD di wilayah terdampak terus memutakhirkan data kerusakan bangunan tempat tinggal," kata Berton dalam pembaruan penanganan gempa bumi NTT, Senin, 17 Agustus 2026.
 


Rincian Kerusakan di Tujuh Kabupaten

Berdasarkan data sementara BNPB, rincian kerusakan rumah di masing-masing kabupaten adalah sebagai berikut:

  • Kabupaten Nagekeo: 116 rumah rusak berat, 6 rusak sedang, 42 rusak ringan.

  • Kabupaten Ende: 108 rumah rusak berat, 85 rusak sedang, 268 rusak ringan.

  • Kabupaten Manggarai: 761 rumah rusak berat, 76 rusak sedang, 147 rusak ringan.

  • Kabupaten Manggarai Timur: 23 rumah rusak berat, 15 rusak sedang, 11 rusak ringan.

  • Kabupaten Manggarai Barat: 481 rumah rusak berat, 202 rusak sedang, 231 rusak ringan.

  • Kabupaten Sikka: 145 rumah rusak berat, 16 rusak sedang, 12 rusak ringan.


Sementara itu, Kabupaten Ngada melaporkan 1.796 unit rumah terdampak, namun BNPB belum dapat merinci tingkat kerusakannya karena BPBD setempat masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk menentukan kategori rusak berat, sedang, atau ringan.

Dari enam kabupaten yang telah memiliki klasifikasi tingkat kerusakan, tercatat sedikitnya 2.969 rumah mengalami kerusakan. Angka ini belum termasuk 1.796 rumah di Kabupaten Ngada yang masih dalam proses verifikasi.


Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BNPB)


Selain rumah warga, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, perkantoran, serta sarana umum lainnya. Akses jalan juga terdampak akibat guncangan gempa. Pendataan kerusakan infrastruktur masih dilakukan oleh BPBD dan unsur terkait di lapangan.

BNPB bersama BPBD terus melakukan pembaruan data guna mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi kerusakan. Data ini menjadi bagian penting dalam proses penanganan bencana di wilayah terdampak gempa NTT.

(Whisnu M)