Bantuan Gempa NTT, Polairud Tembus Desa Terisolasi Via Jalur Laut

Penyaluran bantuan ke desa yang terisolasi pascagempa NTT. (Metro TV/Ferdinandus Rabu)

Bantuan Gempa NTT, Polairud Tembus Desa Terisolasi Via Jalur Laut

Ferdinandus Rabu • 18 August 2026 08:36

Kupang: Pascagempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda NTT mendistribusikan bantuan melalui jalur laut ke wilayah terisolasi, tepatnya di Desa Nitung, Pulau Palue, Kabupaten Sikka.

Bantuan tersebut dibawa menggunakan kapal operasional milik Polairud menuju Pulau Palue. Logistik yang disalurkan meliputi makanan, minuman, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan dasar darurat lainnya bagi para warga terdampak.

"Untuk pengungsi mandiri, hal pertama yang kami salurkan adalah kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan. Kami juga akan menyiapkan tenda. Setelah posko utama terbentuk, BNPB yang akan membangun tempat pengungsian dan hunian sementara sampai rumah mereka dibangun kembali," ujar Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, Selasa, 18 Agustus 2026.


Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko. (Metro TV/Ferdinandus Rabu)

Rudi menekankan bahwa pasokan yang paling krusial saat ini adalah makanan dan obat-obatan. Ia memastikan bahwa bantuan lanjutan lainnya, seperti kasur dari Polri, akan segera didistribusikan kepada para pengungsi.

Sementara itu, terkait rumah-rumah warga yang ditinggalkan, Rudi telah menginstruksikan para kapolres jajaran untuk memberikan pengamanan ekstra dengan melakukan patroli rutin di wilayah terdampak.

"Itu kewajiban kami, melakukan patroli untuk menjaga aset dan keamanan harta benda milik pengungsi," tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data sementara hingga 17 Agustus 2026, bencana gempa bumi tersebut telah mengakibatkan 68 orang meninggal dunia dan 213 orang luka-luka. Guncangan keras itu juga menyebabkan ribuan bangunan dan rumah warga mengalami kerusakan parah.

(Lukman Diah Sari)