Laporan Kinerja Basarnas 2025: Selamatkan 13.579 Orang dalam 2.766 Operasi SAR

Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Istimewa)

Laporan Kinerja Basarnas 2025: Selamatkan 13.579 Orang dalam 2.766 Operasi SAR

M. Iqbal Al Machmudi • 28 January 2026 19:51

Jakarta: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah melakukan 2.766 operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) sepanjang 2025. Dari jumlah itu, Basarnas mengevakuasi 16.996 orang, dengan rincian 13.579 orang selamat, 2.698 jiwa meninggal dunia, dan 719 orang masih hilang.

"Meliputi empat operasi SAR kecelakaan pesawat udara, 926 operasi kecelakaan kapal, 163 bencana, 1.591 operasi SAR kondisi yang membahayakan seseorang, dan 82 operasi kecelakaan yang membutuhkan penanganan khusus," kata Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Operasi SAR yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kecelakaan pesawat latih PK-S126 di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, pada 3 Agustus 2025. Kemudian, kasus KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan selat Bali, pada 2 Juli 2025, yang dari hasil operasi serat tersebut 30 orang selamat 19 orang meninggal dan 16 orang hilang. 
 

Baca Juga: 

Tim SAR Maksimalkan Golden Time Evakuasi Korban Pesawat ATR 400



Tim SAR Gabungan saat berada di Gunung Bulusaraung untuk melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban, Senin, 19 Januari 2026.

Sementara itu, Basarnas melakukan penyelamatan dari kecelakaan yang perlu penanganan khusus, seperti truk yang menabrak rombongan mobil takziah di Jalan Raya Purworejo-Magelang. Untuk kondisi yang membahayakan manusia, operasi SAR dilakukan saat terjadi runtuhnya gedung pondok pesantren Al-Khoziny, di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, dari operasi SAR tersebut, Basarnas menemukan 67 jasad yang tertimpa reruntuhan gedung dan menyelamatkan 107 santri dengan luka-luka. 

"Sesuai RPJMN persentase evakuasi korban pencarian dan pertolongan dengan target 98 persen dan terealisasi 95,46 persen," ujar Syafii.

Sementara itu, pada persentase pemenuhan infrastruktur pencarian dan pertolongan tercapai 37,88 persen dari target 44,59 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)