7 Mata Uang Terkuat di Dunia, Dolar AS Gak Ada Apa-apanya!

Dinar Kuwait menjadi mata uang terkuat dunia. Foto: ajaib.co.id

7 Mata Uang Terkuat di Dunia, Dolar AS Gak Ada Apa-apanya!

Husen Miftahudin • 28 January 2026 14:30

Jakarta: Mata uang menjadi salah satu pembahasan menarik yang tengah menjadi perbincangan masyarakat belakangan ini. Terutama dengan berbagai gejolak ekonomi dan politik yang tentu memengaruhi nilai mata uang itu sendiri.

Walaupun demikian, ternyata ada beberapa negara di dunia yang ternyata hingga saat ini nilai mata uangnya masih relatif stabil loh, bahkan nilainya melampaui nilai dolar milik Amerika Serikat.
 

7 mata uang terkuat dunia


Lantas, negara mana saja itu? Berikut informasi tujuh negara dengan mata uang terkuat di dunia.
 

1. Dinar Kuwait (KWD)

Menduduki posisi pertama sebagai mata uang paling berharga di dunia. Kekuatan utamanya berasal dari cadangan minyak yang melimpah dan stabilitas ekonomi negara tersebut.
Nilai Tukar: 1 KWD setara dengan sekitar USD3,25.
 

2. Dinar Bahrain (BHD)

Berikutnya ada Yordania, mata uang ini didukung oleh sektor keuangan yang kuat serta ekspor gas dan minyak. Nilainya dipatok terhadap dolar AS, namun tetap jauh lebih tinggi secara nominal.
Nilai Tukar: 1 BHD setara dengan sekitar USD2,65.
 

3. Rial Oman (OMR)

Sama seperti negara-negara timur tengah lainnya, Oman memiliki ekonomi yang bergantung pada sumber daya alam, yang memungkinkan pemerintahnya menjaga nilai tukar mata uang tetap sangat tinggi.
Nilai Tukar: 1 OMR setara dengan sekitar USD2,60.
 

4. Dinar Yordania (JOD)

Meskipun tidak memiliki kekayaan minyak seperti tetangganya, Yordania berhasil mempertahankan nilai dinar yang kuat melalui kebijakan moneter yang sangat ketat dan bantuan ekonomi internasional.
Nilai Tukar: 1 JOD setara dengan sekitar USD1,41.
 

5. Poundsterling Inggris (GBP)

Kali ini masuk ke dunia Eropa, Inggris yang sebagai salah satu mata uang tertua yang masih beredar, Pound Sterling tetap menjadi salah satu yang terkuat berkat status London sebagai pusat keuangan global dan ekonomi Inggris yang mapan.
Nilai Tukar: 1 GBP setara dengan sekitar USD1,25.
 

6. Dolar Kepulauan Cayman (KYD)

Ternyata terbesit satu negara kepulauan dengan nilai mata uang tertinggi di dunia. Kepulauan Cayman yang masih wilayah persemakmuran Inggris ini dikenal sebagai pusat layanan keuangan internasional (tax haven). Kepercayaan pasar global terhadap sistem keuangannya menjaga nilai dolar mereka tetap di atas dolar AS.
Nilai Tukar: 1 KYD setara dengan sekitar USD1,20.
 

7. Euro (EUR)

Pada urutan terakhir ada euro yang menjadi tumpuan luas bagi 20 negara anggota Uni Eropa. Euro adalah salah satu mata uang paling berpengaruh dalam cadangan devisa dan perdagangan dunia setelah dolar AS.
Nilai Tukar: 1 EUR setara dengan sekitar USD1,08.
 
Baca juga: Jaga Rupiah, BI Getol Intervensi di Tengah Ketidakpastian Global


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Faktor yang membuat mata uang bisa bernilai tinggi


Nilai tukar mata uang menjadi salah satu hal yang penting dalam keberlangsungan suatu negara terutama dalam penguatan arus ekonomi dan investasi. Berikut beberapa faktor yang membuat nilai mata uang bisa tinggi, merangkum Investopedia.
 

1. Stabilitas investasi negara

Negara yang memiliki kondisi politik stabil dan ekonomi yang kuat akan menarik minat investor asing. Ketika modal masuk dalam jumlah besar untuk investasi, permintaan terhadap mata uang negara tersebut otomatis meningkat, yang kemudian mendongkrak nilainya.
 

2. Kebijakan suku bunga yang bijak

Suku bunga merupakan alat utama bank sentral untuk mengontrol nilai mata uang. Jika suku bunga dinaikkan, imbal hasil bagi para pemberi pinjaman menjadi lebih menarik. Hal ini memicu masuknya modal dari luar negeri yang mencari keuntungan lebih besar, sehingga nilai tukar pun menguat.
 

3. Perbandingan harga ekspor dan impor

Nilai mata uang juga dipengaruhi oleh perbandingan harga barang yang dijual ke luar negeri (ekspor) dengan barang yang dibeli (impor). Jika harga ekspor naik lebih tinggi daripada impor, pendapatan negara meningkat, yang berdampak positif pada kekuatan mata uangnya.
 

4. Pengelolaan utang pemerintah

Negara dengan defisit anggaran atau utang publik yang sangat tinggi seringkali dianggap berisiko oleh investor. Ketakutan akan terjadinya inflasi atau gagal bayar dapat membuat investor menarik modalnya, sehingga nilai mata uang cenderung melemah. Sebaliknya, utang yang sehat menjaga nilai mata uang tetap stabil.
 

5. Keseimbangan neraca keuangan

Masih berkaitan dengan transaksi perdagangan internasional, jika sebuah negara lebih banyak menjual barang dan jasa ke luar negeri daripada membeli (surplus), maka permintaan akan mata uangnya akan tinggi. Sebaliknya, jika negara lebih banyak belanja ke luar (defisit), nilai mata uang bisa tertekan karena pasokan mata uang lokal yang berlebih di pasar global.
 

6. Kendali terhadap inflasi

Nilai mata uang sangat bergantung pada daya beli. Negara yang mampu menjaga tingkat inflasi tetap rendah secara konsisten biasanya memiliki nilai mata uang yang lebih kuat karena daya beli uang tersebut terjaga dibandingkan mata uang negara lain yang inflasinya lebih tinggi.

Dapat disimpulkan, meskipun dolar AS menjadi pionir utama dalam setiap transaksi perdagangan global, hal tersebut tidak menjadi satu jaminan yang membuat nilai mata uang itu tinggi dan kuat. Sebaliknya, nilai suatu mata uang akan meningkat seiring dengan stabilitas politik dan ekonomi yang stabil. (Shandayu Ardyan Nitona Putrahia Zebua)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)