BP BUMN Dorong Pengelolaan SDM Lewat Future Leaders

Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari

BP BUMN Dorong Pengelolaan SDM Lewat Future Leaders

Andika Fauzan Azhari • 23 September 2026 13:05

Jakarta: Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) membentuk ratusan talenta muda lewat program penyiapan calon pemimpin masa depan (future leaders). Langkah ini diambil guna memastikan regenerasi kepemimpinan BUMN tidak hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual, melainkan juga dibentengi oleh integritas, kedisiplinan, serta karakter yang kuat di tengah pesatnya ancaman teknologi digital.

Penguatan kriteria kepemimpinan ini dinilai krusial agar pemimpin baru BUMN memiliki keselarasan visi dengan pemerintah dalam merespons tantangan bisnis global. Pembentukan karakter SDM yang beretika dipandang sebagai syarat mutlak sebelum BUMN melangkah ke tahap penguatan (strengthening) dan pertumbuhan (growing) perusahaan di masa mendatang.

"Tahun depan kita harus sudah mulai strengthening dan juga growing. Dan ini semua perlu dinakhodai oleh orang-orang yang baik, orang-orang yang punya mentalitas dengan EQ yang baik, dengan orang-orang yang memang memiliki visi yang seperti apa maunya dari Bapak Presiden. Tidak cukup orang itu hanya pintar, tapi juga memiliki karakter yang baik," ujar Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata dalam Antara Business Forum di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Tedi juga menegaskan, selain program onboarding bagi jajaran direksi baru, BP BUMN menaruh atensi khusus pada Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) sebagai wadah penyaringan talenta potensial.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Penyaringan ketat dan uji simulasi AI

Dalam menjaring calon pemimpin tersebut, BP BUMN menyeleksi ketat sekitar 10 ribu pendaftar muda yang berasal dari internal BUMN maupun lulusan baru perguruan tinggi. Dari serangkaian tes kemampuan awal, BP BUMN menyaring sekitar 400 kandidat terbaik untuk masuk ke tahap pelatihan kepemimpinan intensif.

Metode ini dilakukan melalui multiple simulation, yakni para peserta dihadapkan pada berbagai skenario krisis guna melatih pengambilan keputusan bisnis. Pendekatan ini dirancang khusus untuk menguji daya kritis serta intuisi para kandidat saat menghadapi gempuran disinformasi dari kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) hingga rekayasa suara (synthetic voice).

"Ke depan ini tantangannya akan semakin besar, apalagi dengan teknologi. Kita dihadapkan pada situasi yang belum pernah kita hadapi, dengan AI, dengan synthetic voice. Harus punya intelegensi yang baik, tapi juga harus punya karakter yang baik. Apa yang kamu lihat di media, apa yang kamu baca, kamu harus diskon, hati-hati. Kamu harus pakai intelektualitas, harus pakai hati," tambah Tedi.

Melalui kombinasi tes intelektualitas, pembentukan kedisiplinan, serta simulasi pengambil keputusan berbasis etika, BP BUMN optimistis dapat melahirkan generasi pemimpin baru yang bersih, adaptif, serta siap membawa BUMN bersaing di tingkat global.

(Eko Nordiansyah)