Rekonstruksi Gaza Masuk Tahap Implementasi, Board of Peace Klaim Kemajuan

Kehancuran di Gaza akibat serangan Israel. Foto: Anadolu

Rekonstruksi Gaza Masuk Tahap Implementasi, Board of Peace Klaim Kemajuan

Fajar Nugraha • 24 September 2026 16:27

Ramallah: Rekonstruksi Gaza mulai memasuki tahap implementasi setelah sejumlah pejabat senior Board of Peace (BoP) memaparkan kemajuan proses rekonstruksi dan transisi keamanan di Jalur Gaza

Mengutip Anadolu, utusan utama BoP untuk Gaza, Nickolay Mladenov, mengatakan proses tersebut telah mencapai sejumlah kemajuan politik yang sebelumnya dinilai sulit terwujud pada Rabu 23 September 2026.

“Selama setahun terakhir, kami telah mencapai sejumlah tonggak penting secara politik. Rencana 20 poin yang didukung Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 memberikan kerangka kerja bagi kami,” ungkap Mladenov. 

“Saya ingin secara pribadi berterima kasih kepada tim mediasi dari Turki, Mesir, dan Qatar, berhasil mencapai sesuatu yang dianggap mustahil oleh banyak pihak, jika tidak semua pihak, yakni komitmen untuk menyerahkan senjata,” imbuh Mladenov.

Resolusi PBB 2803 menetapkan pembentukan BoP, Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), dan komite administratif di Gaza. 

“Kewenangan NCAG (Komite Nasional untuk Administrasi Gaza) di Gaza akan diperluas secara bertahap dan meningkat seiring setiap senjata yang berhasil didata serta setiap pasukan Israel yang mundur ke perimeter. Tujuan kami adalah menempatkan Gaza di bawah pemerintahan transisi terpadu oleh Komite Nasional. Saya ingin menegaskan bahwa kami tidak terikat pada kalender atau tanggal tertentu, melainkan pada proses verifikasi,” ujar Mladenov.

Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff mengatakan situasi di Gaza telah berubah secara signifikan dibandingkan setahun sebelumnya.

“Setahun lalu di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), situasinya terlihat sangat berbeda. Hari ini, kita dapat melihat kemajuan nyata dan konkret. Semua sandera telah kembali ke rumah," kata Witkoff.

Ada gencatan senjata, meski tidak sempurna, tetapi masih berlangsung. Upaya kemanusiaan telah mencapai hasil bersejarah dengan miliaran dolar yang disalurkan, disumbangkan, dan dijanjikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak serta mendukung proses pemulihan jangka panjang, ungkapnya.

Anggota BoP sekaligus mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyebut Resolusi 2803 sebagai “pencapaian luar biasa”. Ia menyoroti bahwa konflik di Gaza kali ini merupakan yang keempat dalam waktu kurang dari dua dekade.

“Hal yang luar biasa dari Resolusi 2803 bukan hanya karena resolusi tersebut mengakhiri konflik secara resmi, tetapi juga adanya kesepakatan bulat mengenai kerangka yang jelas untuk masa depan Gaza, yang akan mengakhiri siklus konflik dan tidak melanggengkannya,” jelasnya. 

Blair menambahkan tahun mendatang akan menjadi masa peralihan dari tahap persiapan ke implementasi, dengan Gaza harus hidup damai dengan negara-negara tetangga maupun dengan masyarakatnya sendiri.

(Razaqa Hariz)

(Fajar Nugraha)