Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops), Irjen Laksana, saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Polri Gelar Operasi Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 Selama 16 Hari
Metro TV • 21 September 2026 12:49
Jakarta: Polri resmi menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Garuda Bakti 2026. Operasi yang diterjunkan untuk mengawal ketat ajang turnamen sepak bola FIFA ASEAN Cup 2026 ini bakal berlangsung selama 16 hari.
“Polri menyelenggarakan operasi kepolisian terpusat Garuda Bakti 2026 selama 16 hari pada tanggal 21 September sampai dengan 6 Oktober 2026,” ujar Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops), Irjen Laksana, saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin, 21 September 2026.
Baca Juga :
Laksana memaparkan, demi menjamin kelancaran turnamen yang dihelat pada 25 September hingga 5 Oktober 2026 tersebut, Polri mengerahkan sebanyak 5.641 personel gabungan. Pengamanan disebar di dua lokasi utama pertandingan, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
“Pengamanan terpadu ini melibatkan total sebanyak 5.641 personel yang terdiri dari 102 personel pimpinan dan staf, 3.834 personel di wilayah Polda Metro Jaya, serta 1.705 personel di wilayah Polda Jawa Barat,” jelas Laksana.
Fokus pengamanan mencakup area kedatangan kontingen, tempat akomodasi, lokasi latihan, rute pergerakan tim, hingga kantong parkir dan titik berkumpulnya suporter. Petugas juga memperketat pemeriksaan tiket, barang bawaan, serta menyisir sterilisasi venue, hotel, tempat latihan, hingga rute pergerakan pemain dan official.
Apel Gelar Pasukan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Tak hanya kerawanan di seputar area stadion, kepolisian memitigasi potensi kemacetan lalu lintas, peredaran hoaks, hingga ujaran kebencian di media sosial. Skenario penanganan darurat terkait risiko kebakaran, cuaca ekstrem, dan kedaruratan medis juga telah disiapkan secara terpadu.
Laksana menekankan pentingnya kesiapan seluruh personel dalam menjaga marwah Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.
“Kepercayaan ini memiliki arti strategis, tidak hanya bagi perkembangan sepak bola nasional, tetapi juga bagi citra Indonesia,” tegas Laksana.
Rangkaian apel ditutup dengan pemberian apresiasi kepada seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, PSSI, tenaga kesehatan, serta relawan yang terlibat. Polri optimistis gelaran ini menjadi bukti kepada dunia internasional bahwa Indonesia merupakan tuan rumah yang aman, tertib, dan profesional.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)