Tangkapan layar - Koordinator Kelompok Kerja Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Sanitary Landfill, dan Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca Kementerian Lingkungan Hidup Andina Novita Tas’an. ANTARA/Tri Meilani Ameliya
Pengolahan Sampah Sisa Makanan Perlu jadi Prioritas Daerah
Achmad Zulfikar Fazli • 22 September 2026 19:28
Jakarta: Pengolahan sampah sisa makanan dinilai menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah daerah (pemda) harus memprioritaskan penanganan sampah agar segera selesai.
"Yang menjadi PR daerah, kabupaten/kota adalah sampahnya selesai. Jadi, itu adalah prioritas utama, sampahnya selesai. Nah, sampah apa yang wajib dan prioritas diselesaikan pertama itu adalah sampah sisa makanan," kata Koordinator Kelompok Kerja Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Sanitary Landfill, dan Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca Kementerian Lingkungan Hidup Andina Novita Tas’an saat menjadi narasumber dalam Methane Emissions Reduction Initiative for Transparency (MERIT) Conference 2026 di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 22 September 2026.
Andina menyampaikan pengolahan sampah sisa makanan sebaiknya dilakukan sedekat mungkin dengan sumber sampah, bahkan dapat diolah sendiri dengan metode yang sesuai kondisi daerah.
"Jadi kalau misalnya ada metodologi untuk mengolah sampah sisa makanan, paling dekat dari sumber atau bahkan bisa diolah sendiri, maka itu adalah prioritas utama," ujar Andina.

Pengelolaan sampah. Foto: Ilustrasi Metrotvnews/Roni Kurniawan
Menurut Andina, pengomposan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah sampah sisa makanan. Dia menyampaikan rumah kompos merupakan contoh solusi yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan persoalan sampah di daerah-daerah.
Andina mengatakan setelah pengolahan sampah sisa makanan menjadi prioritas, pemerintah daerah dapat menentukan teknologi pengolahan yang paling tepat untuk meminimalkan emisi.
"Setelah itu, baru kita masuk pada teknologi pengolahan apa sih yang paling tepat untuk meminimalisir keluarnya emisi, baru kita masuk di situ," ujar Andina.
Andina menjelaskan pilihan metode pengolahan sampah perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah. Metode yang dapat digunakan antara lain pengomposan hingga teknologi pengolahan yang lebih tinggi untuk jenis sampah dengan karakteristik tertentu. Dia menekankan kondisi spesifik suatu daerah perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan teknologi pengolahan sampah.