Modifikasi Cuaca Digelar di Danau Toba hingga 15 Oktober 2026

Danau Toba. Foto: dok ASDP.

Modifikasi Cuaca Digelar di Danau Toba hingga 15 Oktober 2026

Andika Fauzan Azhari • 25 September 2026 15:46

Jakarta: Perum Jasa Tirta I (PJT I) bersama Kementerian Pekerjaan Umum, BP BUMN, PT Inalum, dan BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap II di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Sumatra Utara. Operasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi awan hujan guna menjaga ketersediaan air Danau Toba dan Sungai Asahan di tengah musim kemarau.  
 
"Operasi Modifikasi Cuaca berlangsung selama 25 hari, mulai 21 September hingga 15 Oktober 2026, dengan posko penerbangan di Stasiun Meteorologi Bandara Silangit," tulis akun Instagram resmi BUMN (@bumn_id), dikutip Jumat, 25 September 2026.  
 
Dalam pelaksanaannya, BMKG memberikan dukungan teknis melalui analisis kondisi atmosfer, pemantauan pertumbuhan awan potensial, hingga penentuan strategi penyemaian. Operasi ini menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 yang menyiapkan 24.000 kg bahan semai hybrid berupa suar dan NaCl.  
 
Ketersediaan air Danau Toba dan Sungai Asahan dinilai memiliki peran strategis untuk memenuhi kebutuhan air baku, pertanian, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), hingga sektor industri.
 


BPBD DKI Perpanjang Masa Operasi Modifikasi Cuaca hingga 22 September

(Operasi modifikasi cuaca. Foto: Instagram BPBD DKI Jakarta)

 

Dukung ketahanan air

 
Pelaksanaan OMC Tahap II ini merupakan kelanjutan dari Tahap I yang sukses dilaksanakan pada April–Mei 2026.  
 
Pada tahap pertama, tinggi muka air Danau Toba tercatat meningkat dari 902,954 mdpl menjadi 903.003 mdpl, dengan rata-rata effective inflow mencapai 125,65 meter kubik per detik atau naik 22,65 persen dibandingkan baseline inflow sebesar 102,44 meter kubik per detik.  
 
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan terus memperkuat keberlanjutan fungsi Danau Toba dan Sungai Asahan sekaligus mendukung ketahanan air, energi, dan pangan nasional.

(Husen Miftahudin)