Petugas berupaya memadamkan kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Antara.
KLH: 30 Personel Manggala Agni Bantu Pemadaman di TPA Jatiwaringin
Anggi Tondi Martaon • 3 July 2026 14:14
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup menerjunkan 30 personel Manggala Agni untuk membantu mempercepat pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Pengerahan tersebut hasil koordinasi dengan Kementerian Kehutanan.
"Kemarin setelah saya hubungi, Pak Menteri LH juga menghubungi Pak Menteri Kehutanan, akan menurunkan kurang lebih 30 orang pemadam dari Manggala Agni," kata Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan dikutip dari Antara, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia mengatakan pengerahan personel Manggala Agni tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran yang telah berlangsung selama empat hari. Kebakaran terjadi sejak Selasa 30 Juni 2026.
"Mereka akan membawa peralatan untuk inject, high pressure inject. Karena kita berupaya untuk memadamkan api yang berada di bawah permukaan," ungkap Rizal.
Personel yang diterjunkan berasal dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) di berbagai daerah. Seperti Makassar, Palembang, dan Jawa Barat.
Rizal mengatakan, upaya pemadaman masih dilakukan melalui dua jalur, yaitu jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran dan udara menggunakan helikopter water bombing.
"Tapi kita tahu bahwa perlakuan ini akan kita samakan dengan perlakuan kebakaran di wilayah gambut, di mana kita tidak bisa fokus di atas saja tapi juga harus yang di bawah. Sehingga diperlukan peralatan yang dipunyai oleh Manggala Agni," sebut Rizal.
.jpg)
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Antara.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 30 persen dari luasan area kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai padam dan terkendali.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan mengatakan bahwa memasuki hari keempat operasi pengendalian kedaruratan di TPA Jatiwaringin, pengoptimalan dua helikopter water bombing masih dilakukan guna mempercepat pemadaman.
"Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan dari pagi, siang, dan malam," kata Djohan.
Ia mengatakan, guna memaksimalkan pengendalian kebakaran ini pihaknya juga telah mengerahkan 18 unit mobil pemadam kebakaran untuk menyisir titik-titik api yang belum terjangkau oleh unit pembom air.