Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Optimalisasi SLIK, OJK Ingin Penyaluran Kredit Lebih Berkualitas
Eko Nordiansyah • 7 July 2026 09:41
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Friderica Widyasari Dewi menyatakan penyempurnaan infrastruktur informasi kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) memiliki tujuan besar dan mulia.
“(Tujuan tersebut yaitu) peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan kepada masyarakat secara berkualitas dan tepat sasaran, sehingga turut menopang terjaganya stabilitas sektor keuangan,” ucapnya di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 7 Juli 2026.
Optimalisasi dari SLIK disebut telah berlaku per 1 Juli 2026, dan baru diluncurkan pada hari ini, 6 Juli 2026.
OJK sendiri mengembangkan SLIK untuk mendukung tugas pengawasan sektor jasa keuangan dan praktik penyaluran kredit atau pembiayaan yang sehat dan bertanggung jawab. Dalam hal ini, informasi yang kredibel menjadi dasar keputusan kredit yang sehat.
Tujuan dari optimalisasi SLIK
Optimalisasi SLIK dilakukan agar informasi debitur SLIK menjadi lebih terkini, proporsional, dan relevan untuk penilaian kelayakan kredit/pembiayaan, dan menjadi salah satu wujud dukungan OJK terhadap program prioritas pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional.Pertama, SLIK mempercepat pelaporan kredit/pembiayaan lunas dengan menghadirkan informasi terkini dan memberikan kesempatan lebih luas terhadap masyarakat yang telah menyelesaikan kewajibannya untuk memperoleh kredit/pembiayaan baru, maksimal tiga hari kerja.
Kedua yaitu penerapan threshold nominal informasi debitur SLIK di atas Rp1 juta. Informasi debitur disesuaikan agar tetap relevan, proporsional, dan lebih tepat digunakan dalam proses penilaian kredit maupun pembiayaan.
“Dua langkah ini bukan sekadar penyempurnaan proses, tapi merupakan bagian dari penguatan ekosistem kredit itu sendiri untuk bisa semakin berkualitas. Dengan demikian, pembiayaan dapat tetap prudent, tapi semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Jadi inilah sebenarnya esensi membangun credit reporting system yang lebih kredibel untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional,” ungkap dia.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Selain itu, optimalisasi SLIK diharapkan menjadi salah satu dukungan penting bagi lembaga jasa keuangan (LJK) dalam menyalurkan pembiayaan secara lebih tepat sasaran, termasuk pembiayaan kepada sektor perumahan yang saat ini menjadi program prioritas nasional.
Ketersediaan informasi debitur yang lebih terkini, akurat dan relevan dianggap bakal membantu LJK dalam melakukan penyaluran pembiayaan perumahan dan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bersubsidi secara lebih cepat dan prudent, termasuk dalam kerangka program tiga juta rumah itu sendiri.
Dorong perluasan akses kredit dan pembiayaan
Pada akhirnya, hal ini diharapkan mampu mendorong perluasan akses kredit dan pembiayaan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta kelompok masyarakat yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.Namun begitu, katanya, perluasan akses pembiayaan harus tetap dilaksanakan secara bertanggung jawab. Dalam bahasa lain, pemanfaatan informasi yang berkualitas melalui SLIK perlu terus diarahkan untuk mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, serta selaras dengan prinsip kehati-hatian.
“SLIK ini bukan satu-satunya penentu persetujuan kredit atau pembiayaan. Keputusan pembiayaan tetap berada pada lembaga jasa keuangan, tentunya ini setelah berdasarkan analisis kelayakan, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian. Dengan demikian, perluasan inklusi keuangan dapat berjalan beriringan dengan penguatan kualitas kredit dan pembiayaan, pelindungan konsumen serta terjaganya stabilitas sistem keuangan,” kata Ketua DK OJK.
Sebagai bagian dari agenda penguatan berkelanjutan, lanjut Friderica, pihaknya akan terus memperkuat ekosistem credit reporting Indonesia melalui peningkatan kualitas data dan tata kelola, pelindungan konsumen, dan kolaborasi antara pemangku kepentingan.
“Keberhasilan optimalisasi SLIK ini tentunya memerlukan sinergi yang kuat di antara kita semua. Kami mengajak seluruh pelapor SLIK, lembaga jasa keuangan, serta kementerian lembaga terkait untuk bersama-sama menjaga kualitas data di SLIK, memperkuat tata kelola, dan memastikan manfaat kebijakan ini sampai kepada masyarakat,” ujar dia.