Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin.
Proyeksi Produksi Beras Tembus 25,28 Juta Ton, Mentan: Swasembada Pangan Makin Terjaga
Husen Miftahudin • 2 July 2026 12:00
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan swasembada pangan nasional semakin kokoh seiring proyeksi produksi beras pada periode Januari hingga Agustus 2026 yang mencapai 25,28 juta ton. Proyeksi tersebut merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat adanya peningkatan produksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah, produksi pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yaitu memperkuat produksi pangan nasional agar Indonesia semakin mandiri dan petani semakin sejahtera," kata Amran seperti dikutip dari Antara, Kamis, 2 Juli 2026.
Amran menilai capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis pemerintah di sektor pertanian. Beberapa langkah yang dijalankan antara lain percepatan tanam, perbaikan irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, hingga kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah yang dinilai lebih berpihak kepada petani.
Menurut dia, tren peningkatan produksi ini juga sejalan dengan proyeksi Food and Agriculture Organization yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton. Proyeksi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di dunia.
"Indonesia kini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu kekuatan pangan global," terang dia.
Amran menegaskan pemerintah akan terus memperkuat berbagai program prioritas untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional. Program tersebut meliputi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan areal tanam, optimalisasi lahan rawa, pengembangan mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, hingga penguatan hilirisasi pertanian.
"Kita tidak boleh berhenti. Produksi harus terus ditingkatkan, biaya produksi petani harus ditekan, dan kesejahteraan petani harus terus naik," tegas Amran.
| Baca juga: Produksi Beras Diproyeksi Naik Jadi 25,28 Juta Ton, Perkuat Swasembada Pangan Indonesia |

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
BPS: Produksi dan luas panen meningkat
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan peningkatan produksi beras sejalan dengan bertambahnya luas panen dan produksi padi nasional.
BPS mencatat produksi beras untuk konsumsi masyarakat pada Mei 2026 mencapai 2,84 juta ton. Sementara potensi produksi beras pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 8,42 juta ton, naik 0,10 juta ton atau 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan produksi beras itu didukung kenaikan produksi padi. Pada Mei 2026, produksi padi diperkirakan mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG).
Adapun potensi produksi padi pada Juni hingga Agustus 2026 diproyeksikan sebesar 14,61 juta ton GKG, meningkat 0,17 juta ton atau 1,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton GKG atau meningkat sekitar 0,06 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025," kata Ateng.
Kenaikan produksi juga berjalan seiring bertambahnya luas panen padi nasional. Pada Mei 2026, luas panen padi tercatat mencapai 0,98 juta hektare. Sementara potensi luas panen pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, naik 0,04 juta hektare atau 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,04 juta hektare atau naik 0,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025," papar Ateng.