Detik-detik Waisak 2570 BE/2026 Berlangsung Khidmat di Borobudur

Umat Buddha mengikuti peringatan detik-detik Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 31 Mei 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Detik-detik Waisak 2570 BE/2026 Berlangsung Khidmat di Borobudur

Duta Erlangga • 31 May 2026 20:17

Magelang: Puncak perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 digelar di Candi Borobudur, Minggu, 31 Mei 2026. Adapun detik-detik Waisak 2570 BE/2026 jatuh pada pukul 15.44.44 WIB.

Prosesi Waisak 2570 BE dilakukan dengan kirab dari Candi Mendut menuju ke Candi Borobudur dengan membawa persembahan suci untuk Sang Buddha, Air Berkah, dan Api Dharma.


Bhikkhu Sangha mengikuti prosesi kirab menuju Candi Borobudur sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Puncak acara Waisak ditandai dengan meditasi bersama dituntun oleh YM Bhante Wongsin Labhiko Mahathera. Kemudian, dilanjutkan dengan Blessing kepada umat oleh para Bhikkhu Sangha.

Usai menerima Blessing, kegiatan dilanjutkan dengan renungan Waisak oleh Yolmo Tulku Rinpoche. Kemudian, pesan dan bimbingan spiritual juga disampaikan oleh YM Bhiksu Er Chen.

Setelah itu, dilakukan Pujian Buddha dan dilanjutkan dengan doa penutup dengan Namakara Gatha oleh Bhikkhu Sangha.


Bhikkhu memukul lonceng saat rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

YM Bhante Wongsin Labhiko Mahathera mengajak umat Buddha untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat pemberian tuntunan meditasi pada peringatan detik-detik Waisak 2570 Buddhist Era (BE) di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
 


Menurut Bhante Wongsin, umat Buddha perlu menumbuhkan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita harus bersatu hati seperti dunia ini punya matahari hanya satu. Kita harus satu hati dalam kerukunan, kebersamaan, saling mencintai, saling menghargai, saling membantu, saling menolong, dan saling menghindari pertengkaran. Kita harus bersatu," kata Bhante Wongsin.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas kehidupan beragama dengan berpegang teguh pada ajaran Buddha Dharma.

Ritual detik-detik Waisak diakhiri dengan sembahyang pradaksina dengan cara mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali bergerak searah jarum jam. 

Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Candi Borobudur berlangsung khidmat dan penuh makna. Perayaan ini menjadi momentum bagi umat untuk merefleksikan nilai-nilai kedamaian, kasih sayang, dan welas asih dalam kehidupan nyata.

Selanjutnya, umat Buddha mengikuti kegiatan Dharmasanti Waisak 2570 BE/2026 yang berlangsung di Taman Lumbini Candi Borobudur.

(Patrick Pinaria)