Petugas kesehatan memeriksa kondisi lansia yang harus menjalani cuci darah di pokso pengunsian kebakaran di Krenda, Jakbar. Foto: Antara.
Lansia di Krendang Jakbar Tetap Harus Cuci Darah di Tengah Keterbatasan Pascakebakaran
Anggi Tondi Martaon • 29 May 2026 23:16
Jakarta: Seorang wanita lanjut usia (lansia) yang menjadi korban kebakaran di Jalan Krendang Barat, Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, harus tetap menjalani perawatan cuci darah di tengah keterbatasan posko pengungsian. Sebab, wanita berumur 65 tahun itu mengidap komplikasi gagal ginjal dan jantung.
?Anak korban, Sofi 33, mengatakan bahwa ibunya wajib menjalani tindakan hemodialisis (cuci darah) dua kali dalam sepekan. ?"Rumah mama saya habis terbakar. Ibu saya sudah enam bulan cuci darah karena komplikasi gagal ginjal dan jantung. Jadwalnya setiap Rabu dan Sabtu," kata Sofi saat ditemui di posko pengungsian Musala Al-Hikmah, Tambora, dikutip dari Antara, Jumat, 29 Mei 2026.
Sofi menuturkan, kondisi kesehatan ibunya sempat menurun drastis akibat syok melihat tempat tinggalnya hangus terbakar. Sofi juga mengaku sempat panik karena sejumlah dokumen penting dan obat-obatan ibunya hangus dilalap api.
?Namun, Dinas Kesehatan telah bergerak cepat memberikan kepastian fasilitas kesehatan darurat. Sehingga, jadwal cuci darah korban pada Sabtu, 30 Mei 2026, tidak terganggu.
?Kendati demikian, dia berharap pemerintah terus memberikan perhatian khusus bagi kelompok rentan di pengungsian, seperti lansia dan anak-anak. Sebab, kondisi posko yang kurang ideal untuk pemulihan kesehatan.
Selain layanan medis, kebutuhan mendesak seperti susu balita dan popok sekali pakai saat ini masih sangat dibutuhkan oleh para pengungsi.
?Menanggapi hal tersebut, petugas Puskesmas Kecamatan Tambora, dr. Sendy menegaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem "jemput bola" untuk memastikan seluruh warga di pengungsian mendapatkan penanganan medis yang layak.
.jpg)
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Krendang Barat Gang 2 Nomor 3, RT 13 RW 6, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Risky Syukur.
?"Kami datang langsung ke pengungsi, memeriksa keluhan, mengobati luka, dan memberikan obat-obatan. Jika ada warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, akan langsung kami rujuk ke rumah sakit," kata Sendy.
?Terkait penanganan pasien lansia yang wajib cuci darah, dia memastikan Puskesmas Tambora telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Hal itu dilakukan agar jadwal pengobatan pasien tidak terputus.
?"Jika surat rujukannya masih ada, kami akan bantu mobilisasi pasien menggunakan ambulans Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Daerah (PK3D). Kami memastikan kondisi pasien tetap aman, stabil, dan tanda-tanda vitalnya bagus sebelum dievakuasi," tuturnya.
?Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sosial dan Puskesmas setempat terus berupaya memenuhi kebutuhan logistik, layanan kesehatan, sekaligus melakukan pendataan ulang terhadap dokumen kependudukan warga yang musnah terbakar.