Pelaku pemalsuan riset diduga melakukan pemalsuan identitas di konferensi ISPPD 2026, Kopenhagen, Denmark. (Instagram/@w.o.d.d)
UNY Selidiki Dua Alumni Terlibat Dugaan Pemalsuan Riset
Media Indonesia • 28 May 2026 17:09
Yogyakarta: Sebanyak dua nama Rivaldy Fajar dan Prihantini yang dikabarkan sebagai lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tengah menjadi sorotan hangat publik. Keduanya diduga kuat memalsukan hasil riset demi memperoleh travel grant serta berbagai kemudahan perjalanan ke luar negeri.
Wakil Rektor UNY Bidang Akademik, Prof Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, mengungkapkan kedua nama tersebut memang terdaftar dalam data kampus. Namun, pihak universitas belum dapat memastikan apakah kedua alumni ini adalah orang yang sama dengan nama yang kini sedang viral di media sosial.
"Kesamaan nama yang tercantum dalam basis data kampus tidak serta-merta membuktikan identitas individu yang dikaitkan dengan kasus tersebut," kata Prof Nur di Yogyakarta, Kamis, 28 Mei 2026.
Menurut Prof Nur, dalam catatan akademik kampus, nama Rivaldy Fajar tercatat sebagai lulusan Program Studi S1 Matematika tahun 2017. Sementara itu, Prihantini merupakan lulusan Program Studi S1 Matematika tahun 2018.
Prof Nur mengemukakan hingga detik ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman informasi, klarifikasi dengan yang bersangkutan, serta langkah tabayyun guna memastikan kebenaran kabar yang beredar.
Di sisi lain, Prof. Nur menyampaikan bahwa UNY juga belum menerima laporan resmi terkait tindakan kedua orang tersebut yang kini ramai diperbincangkan publik. Karena itu, pihak kampus belum dapat memberikan penilaian maupun menjatuhkan sanksi etik terhadap keduanya.
"Nanti kalau sudah ada jawaban dari beliau berdua, klarifikasinya sudah jelas, baru kami masukkan. Entah nanti ke komite etik atau bagaimana, karena itu tergantung dari hasil klarifikasinya nanti," ujar Prof Nur.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. Dok. Istimewa
Kasus dugaan pemalsuan riset terjadi di acara International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026, Kopenhagen, Denmark, pertengahan Mei lalu. Pemalsuan diduga dilakukan tiga peneliti asal Indonesia, Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti yang menghadiri seminar internasional tersebut.
Tidak hanya pemalsuan riset, mereka juga mencantumkan afiliasi lembaga fiktif, seorang di antara mereka melakukan pemalsuan identitas. Brian menerangkan, pihaknya telah menelusuri fakta-fakta yang sebenarnya, termasuk status yang bersangkutan, bentuk afiliasi yang digunakan, serta keterkaitannya dengan institusi pendidikan tinggi atau lembaga riset di Indonesia.