Karhutla di Riau. (MI)
94 Hektare Lahan di Pelalawan dan Inhu Riau Terbakar
Rudi Kurniawansyah • 6 August 2026 13:38
Pelalawan: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus meluas, khususnya di tiga lokasi di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu) mencapai 94 hektare. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan penanganan pemadaman karhutla ditangani oleh tim Manggala Agni Daops Rengat.
“Untuk TKP (Tempat Kejadian Perkara) Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, luas terbakar telah mencapai 64 hektare. Sudah dilakukan digitasi di lapangan dan penanganan hari ketujuh,” ujar Ferdian, Kamis, 6 Agustus 2026.
Dia menjelaskan, tantangan pemadaman di lokasi Kerumutan berupa kondisi bahan bakar padat dan jarak tempuh. Sedangkan proses langsir peralatan menggunakan kendaraan roda dua selama 45 menit dan jalan kaki sejauh 1,5 kilometer (km).
“Untuk tambahan, terdapat dukungan alat berat untuk membuka akses jalan masuk, membuat sekat bakar atau ilaran api, dan pembuatan embung sebagai dukungan sumber air. Selain itu, dilakukan rolling personel untuk pertimbangan menjaga ritme kerja, kondisi fisik, serta kesehatan personel. Hingga kini status belum padam sehingga dilakukan pemadaman lanjutan,” ujarnya.
“Tantangan berupa kondisi bahan bakar padat, akses masuk menuju kepala api yang berat, serta harus memutar sejauh 2 km jalan kaki karena akses utama terputus kanal,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, sempat turun hujan intensitas tinggi di lokasi dengan durasi 45 menit. Status saat ini, dilakukan mopping up untuk menuntaskan pemadaman dan memastikan tidak ada bara api yang tertinggal.
Kemudian untuk lokasi karhutla di Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), luas terbakar diperkirakan 20 hektare. Penanganan pun telah masuk hari ketiga.
“Tantangan berupa kondisi bahan bakar padat, asap pekat di lokasi, kondisi angin bertiup kencang, kondisi sumber air terbatas, dan embung yang tersedia mengering,” ujarnya.

Karhutla di Riau. (MI)
Ia mengungkapkan, dalam progres pemadaman, tim menyisir dari bagian tengah lokasi mengingat sumber air yang tersedia hanya dari sisi selatan. Sedangkan bentangan selang 20 roll hanya sepanjang 600 meter.
“Kami upayakan dukungan alat berat untuk membuka akses ke sisi kepala api bagian utara, dan menyiapkan embung-embung sebagai sumber air, serta pembuatan sekat bakar. Status belum padam, dilakukan pemadaman lanjutan,” jelas Ferdian.
Ia menambahkan, terdapat satu titik api di wilayah Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Titik api itu dideteksi awal oleh satgas udara.
“Kemudian ditinjau langsung melalui groundcheck oleh tim patroli dari Daops Dumai. Tim akan dimobilisasi ke lokasi,” kata dia.
Selain itu, lanjut Ferdian, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga dilakukan di sejumlah lokasi dengan menyemai garam lewat pesawat Cessna Caravan yang berpotensi memicu awan hujan.
“Sorti satu menargetkan lokasi di Pelalawan dan Siak. Sedangkan sorti dua di Pelalawan, Inhil, dan Kepulauan Meranti,” pungkasnya.