Mirip Adegan Film, Trump Diam-diam Dipindahkan dari Air Force One di Turki

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Mirip Adegan Film, Trump Diam-diam Dipindahkan dari Air Force One di Turki

Willy Haryono • 12 August 2026 15:32

Ankara: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diam-diam dipindahkan dari Air Force One ke pesawat militer lain saat berada di Ankara, Turki, pada 8 Juli, mirip seperti adegan di film action atau thriller.

Langkah tersebut dilakukan setelah tim keamanan AS menilai terdapat ancaman serius terhadap keselamatan Trump yang diduga berasal dari Iran.

Dilansir dari The New York Times, Rabu, 12 Agustus 2026, Trump bahkan disebut dipindahkan dari pesawat menggunakan kontainer katering untuk menyembunyikan keberadaannya dari pihak yang mungkin mengincarnya.

Meski Trump telah dipindahkan, Air Force One tetap diterbangkan menuju Inggris dengan sejumlah pegawai pemerintah, personel militer, dan wartawan masih berada di dalamnya.

Para penumpang tersebut tidak diberi tahu bahwa Trump sebenarnya telah meninggalkan pesawat. Air Force One diduga sengaja tetap digunakan sebagai bagian dari strategi pengelabuan agar pihak yang mengancam Trump mengira sang presiden masih berada di dalam pesawat.

Penumpang Tak Diberi Tahu

Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai risiko yang turut dihadapi orang-orang yang masih berada di dalam Air Force One.

Joseph W. Hagin, mantan penasihat Presiden George W. Bush, membela keputusan tim keamanan Trump. Menurutnya, orang-orang yang bekerja di Gedung Putih atau bepergian bersama presiden memang menghadapi tingkat risiko tertentu.

"Ketika Anda bekerja di Gedung Putih atau bepergian bersama presiden, Anda menerima tingkat risiko yang tidak bisa dianggap sepele. Memberi tahu semua orang mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam operasi seperti ini tentu akan membahayakan keselamatan presiden," ujar Hagin.

Strategi tersebut membuat operasi keamanan di Ankara terlihat seperti adegan film. Salah satu film yang kemudian kembali menjadi perbandingan adalah Air Force One, yang menggambarkan pembajakan pesawat kepresidenan AS.

Namun, Andrew W. Marlowe, penulis skenario film tersebut, mengatakan situasi nyata yang terjadi di Ankara bahkan sulit dibayangkan sebagai adegan dalam film.

"Kehidupan nyata bukanlah film, tetapi melihat situasinya, saya rasa saya tidak akan pernah bisa menulis adegan seperti itu untuk tokoh utama yang heroik," ujar Marlowe, dilansir The New York Times.

Operasi pemindahan Trump tersebut menunjukkan tingkat kewaspadaan aparat keamanan AS terhadap potensi ancaman terhadap presiden, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. (Razaqa Hariz)

Baca juga:  Trump Sebut Secret Service Minta Dirinya Diam-diam Ganti Pesawat di Turki

(Willy Haryono)