Kebakaran di Bukit Pindul, Dukuh Girisono, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Foto: BPBD Kab. Klaten.
Satu Hektare Vegetasi Pohon Sono di Gunung Jabung Trenggalek Terbakar
Silvana Febiari • 12 August 2026 12:59
Trenggalek: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran melahap area seluas satu hektare di kawasan Gunung Jabung, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Area tersebut ditumbuhi vegetasi pohon sono dan semak belukar.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova mengatakan laporan awal titik api berasal dari pantauan warga setempat pada Selasa sore, 11 Agustus 2026. Saat ini, kebakaran telah dinyatakan padam sehingga kondisi terkendali.
"Titik api laporan warga sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Gunung Jabung, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Selasa (11 Agustus)," kata Dodi, dilansir dari Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca Juga :
Berdasarkan laporan dari lokasi kejadian, pergerakan kobaran api dengan cepat menjalar ke arah lereng gunung. Hal ini dipicu oleh angin dan kondisi vegetasi yang mengering.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek selaku koordinator lapangan membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk melakukan pemadaman darat. Pemadaman dibantu petugas gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan Damkar.
"Api berhasil dipadamkan secara total pada malam harinya sekitar pukul 20.15 WIB," ungkap dia.

Karhutla di Gunung Bromo. (Dok. Antara)
Diketahui, Pohon Sono atau Sonokeling (Dalbergia latifolia) adalah jenis tanaman kayu keras penghasil kayu pertukangan berkualitas tinggi yang termasuk dalam famili Fabaceae (polong-polongan).
Tekstur seratnya yang halus dan warna kayunya yang eksotis, kayu sono sangat diminati sebagai bahan utama pembuatan lemari, meja, kursi, dan ukiran kelas atas hingga gagang pisau dan barang kerajinan tangan.
Pohon Sonokeling memiliki fungsi ekologis penting di kawasan hutan dan perbukitan, termasuk lereng gunung. Sistem perakarannya yang kuat membantu menjaga kelestarian air dan tanah serta mencegah erosi.
Untuk itu, Dodi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Terutama berlaku di kawasan perbukitan dan hutan yang rentan selama musim kemarau.
"Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial di wilayah terdampak," ujar dia.