Negara-negara Teluk mengecam serangan Iran terhadap dua kapal tanker UEA di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Negara-Negara Teluk Kecam Serangan Iran terhadap Dua Kapal Tanker UEA
Willy Haryono • 14 July 2026 19:00
Abu Dhabi: Sejumlah negara Teluk pada Selasa, 14 Juli 2026, mengecam keras serangan Iran terhadap dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) di Selat Hormuz, seraya memperingatkan bahwa insiden tersebut mengancam stabilitas kawasan, kebebasan navigasi, dan keamanan energi global.
Dilansir dari Anadolu Agency, kecaman tersebut muncul setelah pemerintah UEA menyatakan bahwa dua kapal tanker nasionalnya, Mombasa dan Al Bahiyah, dihantam dua rudal jelajah saat melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz di wilayah perairan Oman.
Menurut Kementerian Luar Negeri UEA, serangan tersebut menewaskan seorang awak kapal berkewarganegaraan India dan melukai delapan orang lainnya, termasuk empat korban yang mengalami luka serius.
Korban luka terdiri atas enam warga negara India dan dua warga negara Ukraina.
UEA menyebut serangan tersebut sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 yang menekankan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan navigasi dan pelayaran komersial.
Pemerintah UEA menegaskan bahwa penargetan kapal dagang serta penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan politik maupun ekonomi dapat dikategorikan sebagai tindakan pembajakan dan menjadi ancaman langsung terhadap stabilitas regional serta keamanan energi dunia.
Abu Dhabi juga mendesak Iran untuk segera menghentikan "serangan agresif," mengakhiri seluruh aksi permusuhan, serta membuka kembali Selat Hormuz tanpa syarat guna menjamin keamanan kawasan dan kelancaran perdagangan global.
Bahrain dan Kuwait Ikut Mengecam
Kementerian Luar Negeri Bahrain turut mengutuk apa yang disebutnya sebagai serangan Iran terhadap kapal tanker UEA.Manama menyebut insiden tersebut sebagai tindakan "teroris", eskalasi berbahaya, serta pelanggaran serius terhadap hukum internasional, Konvensi PBB tentang Hukum Laut, dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817.
Bahrain menegaskan solidaritas penuh kepada UEA dan menyatakan dukungannya terhadap setiap langkah yang diambil untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara tersebut.
Pemerintah Bahrain juga menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, agar mengambil langkah tegas untuk mencegah serangan lebih lanjut dan menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Kuwait menyampaikan kecaman serupa dan menilai serangan tersebut merupakan ancaman langsung terhadap keamanan maritim internasional serta pasokan energi global.
Kementerian Luar Negeri Kuwait kembali menegaskan dukungannya kepada UEA dan menyerukan penghentian segera seluruh tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan.
GCC Desak Tindakan Dewan Keamanan PBB
Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) juga mengecam serangan tersebut.Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi menyebut insiden itu sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, aturan navigasi maritim, dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817.
Menurutnya, GCC berdiri bersama UEA dan mendukung seluruh langkah yang diambil untuk melindungi keamanan, kedaulatan, dan kepentingan vital negara tersebut.
Albudaiwi mendesak masyarakat internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, untuk memenuhi tanggung jawab hukum dan moral mereka dengan mengambil tindakan tegas guna menghentikan serangan-serangan serupa, meminta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab, serta menjamin keamanan pelayaran internasional.
Insiden terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada Februari lalu.
Washington dan Teheran sebelumnya sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Qatar dan Pakistan pada Juni 2026, termasuk kesepakatan gencatan senjata sebagai langkah menuju penyelesaian konflik.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8 Juli lalu menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut telah berakhir setelah kembali pecahnya aksi saling serang antara kedua pihak.
Baca juga: UEA Tuduh Iran Serang Dua Tanker di Selat Hormuz, Satu Awak Kapal Tewas