Pengendara Diimbau Hindari Jalan Tendean Selama Evakuasi JPO

Personel Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan mengerahkan crane tadano untuk membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) Tendean, Jakarta. Foto: Antara.

Pengendara Diimbau Hindari Jalan Tendean Selama Evakuasi JPO

Anggi Tondi Martaon • 14 July 2026 12:20

Jakarta: Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Selatan mengimbau pengendara menghindari ruas Jalan Kapten Tendean arah Blok M selama proses evakuasi truk pengangkut alat berat tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dilakukan. Rekayasa lalu lintas diterapkan selama proses evakuasi berlangsung.

"Selama proses evakuasi mulai pukul 10.00, arus kendaraan menuju Blok M akan dialihkan," kata kata Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Octavianus dikutip dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.

Bernard menyampaikan, kendaraan dari arah timur dialihkan di depan Polsek Mampang. Sedangkan kendaraan dari Warung Buncit diarahkan melalui Underpass Mampang menuju Jalan Gatot Subroto.

Bernad mengatakan, JPO mengalami kerusakan parah setelah dihantam truk. Akibat benturan tersebut, salah satu tiang penyangga terlepas dari fondasi sehingga jembatan harus segera dievakuasi demi keselamatan pengguna jalan.

Adapun sebanyak 30 personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan disiagakan di sejumlah titik. Mereka ditugaskan untuk mengatur arus lalu lintas dan mengurai kepadatan selama proses evakuasi berlangsung.

"Kami sudah memitigasi beberapa titik, yaitu di turunan Mampang, lokasi kejadian, termasuk TL Santa. Rekayasa langsung berjalan begitu kendaraan berat evakuasi tiba di lokasi," ungkap Bernard.

Kondisi arus lalu lintas di sekitar JPO Tendean, Jaksel. Foto: Antara.

Bernad menambahkan truk yang menghantam JPO akan dievakuasi setelah struktur jembatan berhasil diturunkan dan dipastikan dalam kondisi aman. "Mohon mengikuti arahan petugas di lapangan dan mengutamakan keselamatan selama berkendara," ujar Bernard.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal menambahkan, proses penanganan masih menunggu kedatangan alat berat. Tahap awal yang akan dilakukan adalah memangkas bagian atap JPO sebelum melepas struktur utama jembatan.

"Kita putus dulu, baru kita lepas gelagarnya. Mudah-mudahan menjelang sore proses penanganan sudah selesai dan berjalan optimal," kata Rifki.

(Anggi Tondi)