Bisnis Emas Makin Menarik di Tengah Tren Kenaikan Harga

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Bisnis Emas Makin Menarik di Tengah Tren Kenaikan Harga

Ade Hapsari Lestarini • 4 February 2026 20:18

Jakarta: Tren kenaikan harga emas dalam tiga tahun terakhir mendorong sejumlah pelaku usaha memperkuat investasi di sektor logam mulia. Di tengah fluktuasi pasar global, bisnis emas dinilai tetap memiliki daya tarik sebagai instrumen lindung nilai sekaligus peluang pengembangan usaha.

Salah satu perusahaan yang memperluas fokusnya di sektor ini adalah Kisara Capital. Perseroan tetap melanjutkan pengembangan ekosistem bisnis emas dari sisi pengolahan hingga ritel.

Direktur Utama (CEO) Kisara Capital, Reza Rizky Darmawan mengatakan perusahaannya melihat momentum pertumbuhan harga emas sebagai peluang untuk memperkuat struktur bisnis dari hulu sampai hilir.

"Kami fokus untuk memperbesar bisnis emas, dari pengolahan, toko emas, hingga brand emas LM (Logam Mulia)," kata Reza dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Febuari 2026.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
 

 

Kenaikan harga emas tentukan arah investasi


Menurut Reza, kenaikan harga emas yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam menentukan arah investasi. Ia menilai pengembangan ekosistem menjadi kunci agar bisnis tidak hanya bergantung pada perdagangan semata.

Selama tiga tahun terakhir, perusahaan mulai memperdalam bisnis emas di sektor hilir, termasuk ritel dan produk turunan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus memperkuat rantai usaha.

Kisara Capital dikenal sebagai perusahaan holding investasi yang memusatkan portofolionya pada industri emas terpadu.

"Kami berinvestasi, membangun, dan mengembangkan perusahaan-perusahaan di dalam ekosistem kami yang kami yakini potensinya," ungkap Reza.

Perusahaan juga menyebut pengembangan dilakukan melalui kolaborasi lintas latar belakang, mulai dari pelaku usaha, konsultan manajemen, hingga praktisi industri emas.

"Investasi dan anak perusahaan kami saat ini mencakup toko ritel emas, pemurnian (refinery), pencetakan (minting), dan merek batang emas," ujar Reza.

Di tengah minat masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai, penguatan ekosistem bisnis dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan nilai tambah industri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)