Turki Tuduh Netanyahu Gunakan Operasi Militer untuk Gagalkan Upaya Perdamaian Gaza

Kerusakan akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Turki Tuduh Netanyahu Gunakan Operasi Militer untuk Gagalkan Upaya Perdamaian Gaza

Willy Haryono • 3 August 2026 13:28

Ankara: Kementerian Luar Negeri Turki menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan operasi militer di Jalur Gaza untuk menggagalkan berbagai upaya perdamaian yang tengah berlangsung.

Ankara menilai serangan terbaru Israel di Gaza menunjukkan pemerintah Netanyahu tidak memiliki niat mencapai penyelesaian damai dengan Palestina.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs resmi kementerian pada Minggu malam, Turki menyebut tujuan utama Netanyahu adalah menggusur rakyat Palestina dari tanah mereka sekaligus menghambat terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Tujuan tunggal Netanyahu adalah mengusir warga Palestina dari tanah air mereka dan mencegah terwujudnya perdamaian serta stabilitas di kawasan," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki, seperti dikutip dari Yeni Safak, Senin, 3 Agustus 2026.

Ankara menilai Netanyahu terus mengambil langkah-langkah yang merusak keseimbangan kawasan yang masih rapuh serta menghambat berbagai upaya mediasi yang dipimpin sejumlah negara, terutama Amerika Serikat.

Peringatkan Risiko Konflik Meluas

Turki juga memperingatkan bahwa operasi militer yang terus berlanjut berpotensi memperluas konflik hingga melibatkan kawasan Timur Tengah secara lebih luas apabila tidak segera dihentikan.

"Kini menjadi sangat penting bagi komunitas internasional untuk mengambil sikap yang lebih tegas, konsisten, dan kuat terhadap pendekatan ekspansionis serta militeristis Netanyahu yang berupaya mengubah seluruh Timur Tengah menjadi kawasan konflik," lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah Turki menyerukan kepada seluruh negara yang mendukung perdamaian dan kesejahteraan Palestina maupun kawasan Timur Tengah untuk bertindak berdasarkan rasa tanggung jawab bersama serta menjunjung tinggi hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

Selama ini Ankara berulang kali mengkritik negara-negara Barat karena dinilai belum memberikan tekanan yang cukup kepada Israel agar menghentikan operasi militernya di Jalur Gaza.

Baca juga:  Serangan Israel Tewaskan 18 Warga Palestina di Gaza

(Willy Haryono)