Seorang warga memeriksa saluran selang di sumber mata air Sendang Wonosari, Dusun Kalidadap, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (29/7/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso
BPBD Bantul Pastikan Distribusi Air Bersih Tepat Sasaran
Silvana Febiari • 30 July 2026 18:52
Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan melakukan asesmen lapangan di wilayah terdampak kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih tepat sasaran.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan mekanisme distribusi air bersih diawali dengan permohonan resmi dari masyarakat yang diketahui oleh lurah setempat.
"Walaupun kita punya database daerah kekeringan, mekanismenya masyarakat memberi tahu kami lewat surat yang diketahui lurah," kata Mujahid, dilansir dari Antara, Kamis, 30 Juli 2026
Setelah surat permohonan diterima, BPBD menerjunkan tim survei ke lokasi terdampak untuk melakukan asesmen. Termasuk memetakan kebutuhan air bersih, kondisi geografis, serta situasi di lapangan.
"Kita data juga jumlah warga terdampak dan semuanya berdasarkan SOP sebelum nantinya kita lakukan distribusi air bersih," ujarnya.
Menurutnya, pendataan jumlah warga terdampak diperlukan untuk memperkirakan kebutuhan air bersih yang harus disalurkan. "Kami juga memastikan titik lokasi penampungan air untuk mempertimbangkan kendaraan yang akan dikerahkan," ucapnya.
Selain itu, asesmen juga dilakukan untuk mengidentifikasi potensi sumber mata air di wilayah terdampak yang dapat dioptimalkan guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
"Kalau ada potensi sumber mata air dan bisa direstorasi, akan kita upayakan ada sumur bor," tuturnya.

Ilustrasi - Kekeringan. ANTARA/Raisan Al Farisi/dok
BPBD Bantul mencatat telah menyalurkan 312.000 liter air bersih sejak 20 Juni hingga 27 Juli 2026. Bantuan tersebut menjangkau sedikitnya 650 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.619 jiwa.
"Bantuan air ini sinergi antara BPBD, PMI, Tagana, dan donasi dari masyarakat," imbuhnya.
Mujahid merinci bantuan air bersih telah disalurkan ke lima kapanewon. Kapanewon Dlingo menjadi wilayah dengan distribusi terbanyak sekaligus daerah yang terdampak kekeringan paling parah.
"Di Dlingo kami sudah menyalurkan 110.000 liter air untuk 276 KK atau 1.158 jiwa," terangnya.
Selanjutnya, Kapanewon Pajangan menjadi wilayah penerima bantuan air bersih terbanyak berikutnya. Total distribusi di wilayah tersebut mencapai 97.000 liter untuk memenuhi kebutuhan sekitar 320 warga.
"Lalu wilayah Kapanewon Imogiri, Pundong, dan Piyungan yang total menerima 35.000 liter air dengan jumlah penerima 1.062 orang untuk wilayah Imogiri dan 79 di wilayah Piyungan," ungkapnya.