312 Ribu Liter Air Disalurkan ke Warga Bantul Terdampak Kekeringan

Ilustrasi. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

312 Ribu Liter Air Disalurkan ke Warga Bantul Terdampak Kekeringan

Ahmad Mustaqim • 28 July 2026 13:35

Bantul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat 312 ribu liter air telah didistribusikan ke warga terdampak kekeringan. Kawasan perbukitan mendominasi wilayah yang mengalami krisis air bersih tersebut.

"Berdasarkan perkiraan musim kemarau tahun 2026, beberapa wilayah di Kabupaten Bantul, terutama di daerah perbukitan dan dataran tinggi, berpotensi terjadi kekeringan, kekurangan air bersih, hingga kebakaran lahan," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul, Antoni Hutagaol, pada Selasa, 28 Juli 2026.

Data sementara BPBD Bantul mencatat, hingga 27 Juli 2026, penyaluran air bersih yang dilakukan sejak 20 Juni 2026 telah menjangkau 650 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.619 jiwa. Ribuan warga itu tersebar di lima kecamatan, delapan kalurahan, dan 12 dusun.

Berikut adalah rincian penyaluran air bersih di lima kecamatan terdampak:
  1. Kecamatan Dlingo: 110 ribu liter (22 tangki) menjangkau 276 KK atau sekitar 1.158 jiwa.

  2. Kecamatan Pajangan: 97 ribu liter (19 tangki).

  3. Kecamatan Piyungan: 35 ribu liter (7 tangki).

  4. Kecamatan Imogiri: 35 ribu liter (7 tangki) menjangkau 354 KK atau sekitar 1.062 jiwa.

  5. Kecamatan Pundong: 35 ribu liter.


"Koordinasi dengan PMI, Tagana, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, serta para donatur juga terus diperkuat agar distribusi dapat dilakukan secara cepat sesuai kebutuhan masyarakat," kata Antoni.

Ilustrasi - Kekeringan. ANTARA/Raisan Al Farisi/dok

Sampai saat ini, berbagai instansi tersebut telah mendistribusikan belasan tangki air bersih secara gotong royong dengan rincian sebagai berikut:
  1. Palang Merah Indonesia (PMI): 19 tangki

  2. BPBD Kabupaten Bantul: 16 tangki

  3. Donatur masyarakat: 14 tangki

  4. Taruna Siaga Bencana (Tagana): 13 tangki

"Evaluasi juga kami lakukan, baik dalam memetakan kebutuhan air bersih di lapangan maupun status siaga darurat kekeringan yang berlaku hingga 25 September," kata dia.

(Lukman Diah Sari)