Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas. (Anadolu Agency)
Uni Eropa Sebut Kematian Khamenei Momen Penentu dalam Sejarah Iran
Muhammad Reyhansyah • 2 March 2026 06:40
Brussel: Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan bahwa kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, merupakan “momen penentu dalam sejarah Iran.”
“Apa yang terjadi selanjutnya masih belum pasti. Namun kini ada jalan terbuka menuju Iran yang berbeda, yang mungkin dapat dibentuk dengan kebebasan lebih besar oleh rakyatnya,” tulis mantan perdana menteri Estonia itu dalam unggahan di platform X, dikutip dari The Guardian, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa dirinya sedang berkomunikasi dengan berbagai mitra, termasuk negara-negara di kawasan yang terdampak langsung oleh aksi militer Iran, guna mencari langkah-langkah praktis untuk meredakan ketegangan.
Sejumlah negara Eropa telah menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mendesak Teheran untuk mencari solusi melalui negosiasi. Namun, mereka menghindari kecaman langsung terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menjadi pengecualian. Ia menyatakan bahwa serangan AS-Israel merupakan sebuah “eskalasi” yang memperburuk “tatanan internasional yang semakin tidak pasti dan bermusuhan.”
“Kami juga menolak tindakan rezim Iran dan Garda Revolusi. Kita tidak mampu menghadapi perang lain yang berkepanjangan dan menghancurkan di Timur Tengah,” tambahnya.
Perang antara Iran dan aliansi AS-Israel pecah pada Sabtu, 28 Februari 2026, menyusul serangan udara besar-besaran ke jantung Kota Teheran.
Operasi militer gabungan tersebut secara langsung melumpuhkan struktur kekuasaan Iran dengan menewaskan sejumlah tokoh kunci, termasuk Khamenei.
Sebagai respons, Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk, meningkatkan ketegangan regional secara signifikan.
Baca juga: Iran Sebut Serangan yang Tewaskan Khamenei Bagian dari Permusuhan Panjang AS