Iran Sebut Serangan yang Tewaskan Khamenei Bagian dari Permusuhan Panjang AS

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikonfirmasi meninggal dunia pada Minggu, 1 Maret 2026. (EPA-EFE)

Iran Sebut Serangan yang Tewaskan Khamenei Bagian dari Permusuhan Panjang AS

Willy Haryono • 1 March 2026 20:24

Jakarta: Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah tokoh lainnya.

Dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com pada Minggu, 1 Maret 2026, Kedubes Iran menyebut serangan AS-Israel sebagai tindakan agresi yang melanggar integritas wilayah dan kedaulatan nasional Iran.

Disebutkan bahwa dalam serangan pada Sabtu kemarin, Ayatollah Ali Khamenei telah “mencapai kesyahidan di kantor beliau.” 

Selain menghantam kantor Khamenei, serangan AS-Israel juga menghantam sejumlah sekolah, termasuk sekolah dasar di Kabupaten Minab yang dilaporkan hancur total dan menewaskan banyak anak perempuan. 

Tuduhan Pelanggaran Hukum Internasional

Kedubes Iran menilai serangan tersebut merupakan bagian dari pola panjang permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran selama beberapa dekade.

Terdapat sejumlah peristiwa historis terkait permusuhan ini, termasuk kudeta 1953 terhadap Perdana Menteri Mohammad Mossadegh dan dukungan AS terhadap Irak dalam perang Iran–Irak. 

Teheran juga menuduh AS mendukung berbagai serangan terhadap kepentingan Iran, termasuk serangan terhadap fasilitas nuklir dan pembunuhan pejabat militer senior Iran. 

Apresiasi terhadap Indonesia

Kedubes Iran juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas dukungan terhadap Iran. Selain itu, Iran menyambut baik kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk berperan dalam upaya mediasi konflik.

Akhir kata, kedubes Iran menegaskan pentingnya sikap tegas komunitas internasional dalam mengutuk serangan tersebut.

Baca juga:  Iran Memulai Transisi Kekuasaan, Alireza Arafi Masuk Dewan Kepemimpinan Interim

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)