Ramadan di Masjid Al-Ikhlas PIK: Menag Tegaskan Ramadan Momentum Pendidikan Akhlak dan Transformasi Diri

Menag Nasaruddin Umar mengisi tausiyah di program Khazanah Islam yang disiarkan Metro TV dari Masjid Al-Ikhlas Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara (Foto:Dok.MetroTV)

Ramadan di Masjid Al-Ikhlas PIK: Menag Tegaskan Ramadan Momentum Pendidikan Akhlak dan Transformasi Diri

Rosa Anggreati • 1 March 2026 17:42

Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa bulan suci Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan akhlak, pengendalian diri, serta transformasi spiritual umat Islam menuju ketakwaan yang lebih tinggi.
 
Hal tersebut disampaikan Menag Nasaruddin Umar dalam program Khazanah Islam yang disiarkan Metro TV dari Masjid Al-Ikhlas Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
 
Menurut Nasaruddin, Ramadan dikenal sebagai bulan penuh ampunan dan rahmat, tetapi memiliki makna lebih dalam sebagai bulan tarbiyah atau pendidikan akhlak bagi umat Islam.
 
“Ramadan adalah bulan pendidikan. Pendidikan pengendalian diri, pendidikan ibadah, pendidikan akhlak, dan pendidikan kesabaran. Siapa yang mampu mengendalikan dirinya, itulah ciri manusia yang sukses,” ujar Nasaruddin.
 

Ramadan Momentum Pendidikan dan Transformasi Akhlak

 
Nasaruddin Umar yang juga menjabat Imam Besar Masjid Istiqlal ini menjelaskan bahwa puasa melatih umat Islam menahan diri, bahkan dari hal-hal yang halal seperti makan, minum, dan hubungan suami istri pada siang hari. Kemampuan menahan diri tersebut merupakan inti dari pendidikan spiritual yang diajarkan Ramadan.
 
“Kalau yang halal saja bisa ditahan, apalagi yang haram. Inilah latihan pengendalian diri yang paling efektif,” kata Menag.
 
Ia menambahkan, keberhasilan seseorang menjalani Ramadan dapat diukur dari perubahan perilaku setelah bulan suci berakhir.
 
“Kalau setelah Ramadan perilaku kita tidak berubah, masih melakukan hal-hal negatif, maka Ramadan belum memberikan dampak maksimal,” tegasnya.


 

Masjid sebagai Pusat Pendidikan Umat

 
Dalam pemaparannya, Menag Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya masjid sebagai pusat pendidikan umat, sebagaimana dicontohkan dalam sejarah Islam. Ia menjelaskan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran ilmu agama, keterampilan, hingga pembinaan sosial masyarakat.
 
Ia menyebutkan bahwa tradisi tersebut masih relevan dan perlu dihidupkan kembali, termasuk melalui kajian, pembelajaran Al-Qur’an, dan pembinaan umat selama Ramadan.
 
“Kita harus memakmurkan masjid dengan kegiatan pendidikan, kajian, dan pembelajaran. Ramadan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas keimanan dan akhlak,” ujarnya.
 
Ramadan juga dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat toleransi dan kesadaran sosial. Ramadan mendidik umat untuk menghargai orang lain, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
   

Ramadan Melatih Kesabaran dan Prioritas Akhirat

 
Lebih lanjut, Menag Nasaruddin menjelaskan bahwa Ramadan merupakan sarana efektif untuk melatih kesabaran dan mengubah orientasi hidup dari duniawi menuju ukhrawi.
 
Menurutnya, orang yang berhasil menjalani pendidikan Ramadan akan mengalami perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku menjadi lebih baik.
 
Ramadan mendidik kita untuk mengubah orientasi hidup, dari dunia oriented menjadi akhirat oriented. Jika kita mencari akhirat, dunia akan mengikuti. Tetapi jika hanya mencari dunia, akhirat belum tentu kita dapatkan,” ucapnya.
 
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah serta sesama manusia.
 

Ramadan Momentum Evaluasi dan Perbaikan Diri

 
Menag Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum evaluasi diri dan perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa. Tanda keberhasilan Ramadan terlihat dari meningkatnya kesabaran, kepedulian sosial, serta kemampuan memaafkan orang lain.
 
“Ramadan adalah kesempatan emas untuk transformasi diri. Jika Ramadan tidak mampu mengubah kita, maka kita harus introspeksi diri,” katanya.
 
Ia berharap umat Islam dapat memanfaatkan bulan suci Ramadan untuk memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, dan membangun akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
 
“Semoga Ramadan menjadi sarana pendidikan akhlak dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah,” kata Menag Nasaruddin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)