Israel serang wilayah Lebanon yang menjadi basis kekuatan Lebanon. Foto: Guardian
Militer Zionis Gempur Hizbullah Usai Serangan Balasan ke Israel
Muhammad Reyhansyah • 2 March 2026 10:20
Beirut: Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah selatan Beirut, Lebanon yang dikuasai Hizbullah pada Senin, 2 Maret 2026.
Serangan dilakukan setelah kelompok yang didukung Iran itu menembakkan rudal dan drone ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Puluhan ledakan mengguncang Beirut, menurut saksi mata, dalam serangan paling intens di wilayah pinggiran selatan sejak perang antara Israel dan Hizbullah pada 2024.
Sumber keamanan Lebanon menyebutkan serangan udara menghantam beberapa lokasi di wilayah selatan yang dikenal sebagai Dahiyeh.
“Hizbullah memulai kampanye melawan Israel semalam dan sepenuhnya bertanggung jawab atas setiap eskalasi,” kata Kepala Staf Umum Israel, Eyal Zamir, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AsiaOne, Senin, 2 Maret 2026.
Proyektil yang diluncurkan Hizbullah merupakan yang pertama sejak dimulainya serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Israel juga melakukan serangan udara di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa di timur negara itu, menurut sumber keamanan Lebanon.
Kelompok Syiah tersebut mengatakan, serangannya terhadap Israel merupakan respons atas pembunuhan Khamenei dan pelanggaran Israel yang terus berlangsung terhadap Lebanon.
“Kepemimpinan perlawanan selalu menegaskan bahwa kelanjutan serangan Israel dan pembunuhan terhadap para pemimpin, pemuda, dan rakyat kami memberi kami hak untuk membela diri dan merespons pada waktu dan tempat yang tepat,” demikian pernyataan Hizbullah.
Militer Israel menyatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan bertindak terhadap keputusan Hizbullah untuk bergabung dalam kampanye tersebut dan tidak akan membiarkan organisasi itu menjadi ancaman bagi negara Israel.
Israel dan Lebanon sebelumnya menyepakati gencatan senjata yang dimediasi AS pada 2024, yang mengakhiri lebih dari setahun pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang berpuncak pada serangan Israel yang secara signifikan melemahkan kelompok yang didukung Iran itu. Sejak saat itu, kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.
Kepresidenan Lebanon pada Sabtu menyatakan telah diberi tahu oleh duta besar Amerika Serikat bahwa Israel tidak akan meningkatkan eskalasi terhadap Lebanon selama tidak ada tindakan permusuhan dari pihak Lebanon.