Kapolda Riau Turun Langsung Selidiki Kematian Anak Gajah

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi penemuan bangkai anak gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Dokumentasi/ Polda Riau

Kapolda Riau Turun Langsung Selidiki Kematian Anak Gajah

Deny Irwanto • 26 February 2026 20:14

Pekanbaru: Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi penemuan bangkai anak gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I, Kamis, 26 Februari 2026. Peninjauan dilakukan bersama jajaran kepolisian dan pihak konservasi untuk memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh.

Herry mengatakan kehadirannya bersama unsur reserse dan laboratorium forensik bertujuan memastikan setiap langkah penanganan dilakukan secara cermat sebelum kesimpulan diambil.

"Kami ingin memastikan prosesnya berjalan berdasarkan fakta di lapangan. Karena itu saya bersama direktur reserse dan labforensik turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya serta mendukung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung," kata Herry dalam keterangan pers dikutip, Kamis, 26 Februari 2026.

Bangkai anak gajah liar ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam kondisi telah membusuk dan diperkirakan mati lebih dari satu pekan. Dugaan sementara, kematian berkaitan dengan infeksi pada bagian kaki yang diduga akibat jerat, namun penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis melalui proses nekropsi.


Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi penemuan bangkai anak gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Dokumentasi/ Polda Riau

Dalam peninjauan tersebut, Herry didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum, Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kabid Laboratorium Forensik Polda Riau, serta Kepala Balai Besar KSDA Riau. Kehadiran tim gabungan dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan secara profesional dan berbasis pemeriksaan ilmiah.

Herry menjelaskan bangkai anak gajah tersebut ditemukan melalui patroli gabungan antara personel kepolisian dan polisi hutan di kawasan TNTN.

"Meski ditemukan dalam kondisi sudah menjadi bangkai, keberadaan anak gajah ini bisa terdeteksi karena patroli bersama. Ini menjadi evaluasi bagi kami untuk terus memperkuat patroli terpadu di kawasan rawan," jelasnya.

Herry menambahkan patroli terpadu akan terus ditingkatkan, terutama kegiatan sapu jerat untuk mengantisipasi ancaman terhadap satwa liar di kawasan konservasi.

“Kami akan dorong patroli sapu jerat secara lebih masif agar jerat-jerat yang membahayakan satwa dapat ditemukan dan segera disingkirkan," jelasnya.


Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau langsung lokasi penemuan bangkai anak gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Dokumentasi/ Polda Riau

Menurutnya keterlibatan fungsi reserse dan laboratorium forensik diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pelanggaran hukum sekaligus mendukung proses pemeriksaan medis oleh pihak konservasi.

"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis lewat nekropsi. Apabila nantinya ditemukan indikasi pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," ungkapnya.

Saat ini Polda Riau terus berkoordinasi dengan Balai TNTN dan BKSDA Riau dalam pengumpulan data serta analisis lapangan.

"Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab kematian anak gajah tersebut akan disampaikan setelah hasil nekropsi dan pendalaman lapangan diperoleh secara menyeluruh," ujar Herry.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)