Israel Tetap Serang Lebanon Meski Gencatan Senjata Diperpanjang, Tujuh Orang Tewas

Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)

Israel Tetap Serang Lebanon Meski Gencatan Senjata Diperpanjang, Tujuh Orang Tewas

Willy Haryono • 17 May 2026 14:36

Beirut: Sedikitnya tujuh orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka pada Sabtu, 16 Mei, akibat tembakan artileri dan serangan udara Israel di Lebanon selatan.

Berdasarkan laporan sejumlah media, termasuk Anadolu pada Minggu, 17 Mei 2026, rangkaian serangan mematikan ini tetap terjadi meski ada kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.

Kantor berita National News Agency (NNA) melaporkan artileri Israel membombardir sekitar persimpangan Srebbine di distrik Bint Jbeil, provinsi Nabatieh, yang menewaskan satu orang dan melukai satu warga lainnya. Selain itu, pesawat tempur Israel juga meluncurkan serangan udara ke kota Jebal al-Botm di distrik Tyre serta kawasan Housh di sebelah timur kota Tyre.

Dalam serangan terpisah, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka setelah jet tempur Israel membidik sebuah rumah di kota Tayr Felsay, distrik Tyre. NNA juga mengonfirmasi bahwa serangan udara Israel di lingkungan al-Saha, kota Habboush, distrik Nabatieh, menewaskan sepasang suami istri setelah rumah mereka hancur total akibat menjadi target serangan.

Sementara itu, serangan udara di kota Tebnine menewaskan Haidar Mawasi, mantan Wali Kota Aitaroun yang saat ini aktif sebagai anggota dewan kota. Pihak NNA sebelumnya melaporkan bahwa hantaman bom di Tebnine tersebut memicu kerusakan infrastruktur yang meluas serta menyebabkan jatuhnya korban luka.

Di lokasi lain, seorang perempuan dan anak laki-lakinya, yang merupakan petugas paramedis dari unit darurat Asosiasi Pramuka Risala Islam, tewas akibat serangan udara Israel yang menyasar sebuah rumah di kota Tayr Felsay, distrik Tyre. Insiden tersebut juga melukai lima orang lainnya yang kemudian langsung dievakuasi ke beberapa rumah sakit di kota Tyre.

Serangan Israel di Lebanon

Tim penyelamat dilaporkan masih terus membersihkan puing-puing bangunan yang hancur untuk mencari potensi korban lain yang tertimbun. Secara terpisah, tim evakuasi berhasil menemukan satu jasad korban tewas di kota Abbassiyeh setelah jet tempur Israel menggempur alun-alun kota yang terletak di distrik Tyre tersebut.

Sebelum rangkaian serangan tersebut terjadi pada hari Sabtu, militer Israel dilaporkan telah membidik hampir 100 wilayah di Lebanon selatan dan mengeluarkan perintah evakuasi paksa bagi penduduk di sembilan desa.

Eskalasi militer ini ironisnya terjadi hanya berselang satu hari setelah Amerika Serikat mengumumkan perpanjangan kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon selama 45 hari yang berlaku mulai 17 Mei.

Perpanjangan tersebut awalnya disepakati setelah kedua belah pihak merampungkan pembicaraan bilateral di Washington pada 14 dan 15 Mei.

Berdasarkan data resmi dari otoritas Lebanon, sejak pecahnya konflik pada 2 Maret lalu, serangan militer Israel di Lebanon telah menewaskan hampir 3.000 orang, melukai hampir 9.000 warga, dan memaksa lebih dari 1,6 juta orang atau sekitar seperlima dari total populasi negara tersebut, mengungsi dari rumah mereka. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Hizbullah Klaim Luncurkan 33 Serangan terhadap Israel di Lebanon Selatan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)