Gregoria finis sebagai runner-up Kumamoto Masters 2025. (Dok. Instagram @gregoriamrska)
Mengenal Vertigo, Kondisi Kesehatan yang Dialami Gregoria Mariska
Riza Aslam Khaeron • 15 May 2026 19:27
Jakarta: Pebulu tangkis putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI pada Jumat, 15 Mei 2026.
Dalam surat pengunduran dirinya, Gregoria menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pengurus dan pelatih PBSI atas dukungan serta kepercayaan yang diberikan selama 12 tahun perjalanan kariernya di sana. Keputusan berat ini diambil lantaran kondisi kesehatannya yang tak kunjung pulih sepenuhnya akibat vertigo kronis yang dideritanya sejak Maret 2025.
"Kami sangat menghormati keputusan Gregoria dan senantiasa mendoakan yang terbaik bagi kesehatan serta masa depannya," tutur Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian.
Lantas, seperti apa sebenarnya kondisi vertigo yang akhirnya memaksa atlet berusia 26 tahun itu untuk menepi dari panggung kompetitif? Berikut adalah penjelasannya.
Apa Itu Vertigo?
Mengutip laman Layanan Kesehatan Nasional Inggris (National Health Service/NHS), terdapat kesalahpahaman umum yang menganggap vertigo sebagai sebuah penyakit. Faktanya, vertigo adalah sebuah gejala—yakni sensasi seolah diri sendiri atau lingkungan sekitar berputar dan bergerak, padahal tidak ada pergerakan nyata yang terjadi.Sensasi ini bisa muncul dalam intensitas ringan yang hampir tidak terasa, hingga tingkat yang cukup parah sehingga penderitanya sulit menjaga keseimbangan dan terhambat dalam menjalani aktivitas harian.
Gejala Vertigo

Ilustrasi: Pexels
Berdasarkan referensi dari NHS, gejala vertigo dapat meliputi beberapa hal berikut:
- Kehilangan keseimbangan – yang dapat menyulitkan penderita untuk berdiri tegak atau berjalan.
- Mual atau muntah.
- Rasa pening atau pusing yang intens.
Penyebab Vertigo
Gangguan pada telinga bagian dalam merupakan penyebab paling umum dari vertigo, mengingat area tersebut berperan krusial dalam mengatur sistem keseimbangan tubuh. Selain itu, masalah pada bagian tertentu di otak juga dapat memicu kondisi ini.Beberapa penyebab spesifik vertigo meliputi:
- Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) — Jenis vertigo yang paling sering ditemukan, dipicu oleh perubahan posisi kepala secara mendadak. Hal ini terjadi ketika kristal kalsium kecil di telinga dalam bergeser dan mengganggu sinyal keseimbangan ke otak.
- Migrain — Sakit kepala berdenyut hebat yang dalam beberapa kasus disertai dengan episode vertigo.
- Labirinitis atau Neuronitis Vestibular — Infeksi pada telinga bagian dalam yang merusak sistem keseimbangan.
- Persistent Postural-Perceptual Dizziness (PPPD) — Kondisi pusing kronis yang menyebabkan perasaan tidak stabil dalam jangka waktu panjang.
- Penyakit Ménière — Gangguan telinga dalam yang memicu vertigo berulang, sering kali disertai dengung di telinga (tinnitus) dan penurunan pendengaran.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Vertigo yang muncul secara tiba-tiba, tidak kunjung mereda, atau terjadi secara berulang merupakan sinyal bagi Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan medis harus segera dilakukan jika vertigo disertai dengan sakit kepala yang luar biasa, mual-muntah hebat, atau demam tinggi yang menggigil.Kondisi darurat yang membutuhkan tindakan segera adalah jika vertigo muncul bersamaan dengan penglihatan ganda, kesulitan berbicara, atau rasa lemas dan mati rasa pada anggota gerak, karena gejala tersebut bisa mengarah pada tanda stroke atau gangguan saraf pusat.
| Baca Juga: Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI karena Vertigo |
Tips Saat Vertigo Kambuh
Jika sensasi vertigo muncul secara mendadak, beberapa langkah yang direkomendasikan NHS berikut dapat membantu meringankan gejalanya:- Berbaringlah dengan tenang di ruangan yang gelap dan sunyi untuk mengurangi sensasi berputar.
- Gerakkan kepala Anda secara perlahan sejauh yang masih bisa ditoleransi.
- Segera duduk begitu Anda mulai merasa pening atau pusing.
- Nyalakan lampu jika Anda harus bangun atau berjalan di malam hari.
- Gunakan tongkat bantu jalan jika Anda merasa goyah atau berisiko terjatuh.
- Gunakan bantal tambahan selama beberapa malam pertama jika Anda tidak bisa tidur dalam posisi berbaring rata.
- Bangunlah secara perlahan dari tempat tidur dan duduklah di tepi ranjang selama sekitar satu menit sebelum benar-benar berdiri.
- Cobalah untuk rileks dan hindari stres, karena kecemasan dapat memperburuk gejala vertigo.
- Dengarkan kondisi tubuh Anda; jika memungkinkan, tetaplah lakukan beberapa aktivitas normal secara bertahap.
- Cobalah untuk kembali bergerak secara alami karena hal ini akan membantu proses pemulihan sistem keseimbangan tubuh.
Metode penanganan vertigo sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Salah satu prinsip utama pemulihan adalah mendorong penderita untuk mulai bergerak secara perlahan sesegera mungkin. Gerakan terkontrol membantu sistem keseimbangan tubuh untuk melakukan kalibrasi ulang atau "menyetel ulang" fungsinya.
Obat-obatan seperti prochlorperazine atau antihistamin tertentu dapat digunakan untuk meredakan gejala, namun penggunaannya dibatasi hanya untuk jangka pendek (sekitar tiga hingga lima hari). Penggunaan jangka panjang justru dikhawatirkan dapat menghambat proses adaptasi alami tubuh dalam memulihkan keseimbangan.