Presiden Prabowo Dukung Pembukaan 8.000 Hektare Lahan Pertanian Nagekeo

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Presiden Prabowo Dukung Pembukaan 8.000 Hektare Lahan Pertanian Nagekeo

Fachri Audhia Hafiez • 26 August 2026 16:39

Nagekeo: Presiden Prabowo Subianto mendukung penuh rencana pengolahan dan pembukaan lahan pertanian seluas 8.000 hektare di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini guna memperkuat produksi pangan daerah.

"Saya catat tadi saran dari Bupati (Bupati Nagekeo) ya. Saya kira ini bagus sekali, kita akan dukung," kata Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan pascagempa NTT di Nagekeo, dipantau secara daring dari Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.
 


Prabowo menginstruksikan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan air agar pemanfaatan ribuan hektare lahan tersebut berjalan optimal, baik melalui bendungan maupun sumur bor teknis. Selain pertanian, Presiden mendorong integrasi kawasan pesisir untuk perikanan budidaya.

"(Seluas) 8.000 hektare, mungkin yang 100 hektare dekat pantai kita bikin budidaya ikan dan yang pantai kita juga bikin budidaya ikan juga," lanjut Prabowo.


Rapat terbatas (ratas) di Nagekeo, NTT, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus memaparkan bahwa usulan potensi lahan pertanian tersebut terpusat di kawasan Mbay, Nagekeo, dengan mayoritas area berada di daratan darat. Sedangkan, sekitar 100 hektare berbatasan langsung dengan garis pantai.

Merespons kebutuhan irigasi tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena menjelaskan bahwa pasokan air untuk 8.000 hektare lahan siap ditopang oleh Bendungan Lambo. Progres pembangunan bendungan ini telah mencapai 90 persen dan berkapasitas tampung hingga 45 juta meter kubik.

(Fachri Audhia Hafiez)