Naik Tiap tahun, 1 dari 10 Anak Muda di Jerman Tidak Bekerja atau Menempuh Pendidikan

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Naik Tiap tahun, 1 dari 10 Anak Muda di Jerman Tidak Bekerja atau Menempuh Pendidikan

Eko Nordiansyah • 29 August 2026 15:30

Munich: Satu dari 10 anak muda berusia 20 hingga 24 tahun di Jerman diperkirakan tidak memiliki pekerjaan serta tidak sedang menjalani pendidikan maupun pelatihan. Persentase tersebut tercatat mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Melansir Tagesschau, Sabtu, 298 Agustus 2026, persentase anak muda yang masuk dalam kelompok NEET (Not in Employment, Education or Training) di Jerman diproyeksikan mencapai 10 persen.

NEET merupakan istilah yang digunakan untuk kelompok anak muda yang tidak bekerja serta tidak sedang mengikuti pendidikan maupun pelatihan. Pada 2022, persentase kelompok NEET di Jerman masih berada di angka 8,8 persen.

Mengacu pada Laporan Pendidikan Nasional Jerman 2024, ahli statistik mencatat sekitar 25 persen kelompok NEET di Jerman berstatus sebagai pencari kerja. Sementara itu, sebanyak 66 persen lainnya tidak tersedia di pasar tenaga kerja.

Alasan NEET di Jerman

Kewajiban merawat orang lain menjadi salah satu alasan yang paling banyak ditemukan, dengan persentase mencapai 20 persen. Selain itu, sebanyak 18 persen tidak tersedia di pasar tenaga kerja karena keterbatasan kesehatan.

Sebanyak 17 persen lainnya tidak mencari pekerjaan karena alasan terkait pendidikan, misalnya tengah menunggu kesempatan masuk perguruan tinggi atau mengikuti program pelatihan.

Tingginya jumlah anak muda yang masuk dalam kelompok NEET dinilai dapat menimbulkan sejumlah risiko sosial, mulai dari pengangguran, rendahnya partisipasi sosial, peningkatan tindak kejahatan, hingga frustrasi politik.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Meski mengalami peningkatan, persentase NEET di Jerman masih berada di bawah rata-rata Uni Eropa. Rata-rata kelompok NEET di 27 negara anggota Uni Eropa tercatat sebesar 12,9 persen.

Pada 2025, Belanda mencatat persentase NEET terendah sebesar 5,6 persen, disusul Swedia sebesar 7,3 persen dan Republik Ceko 7,6 persen.

Sementara itu, persentase tertinggi tercatat di Rumania sebesar 22,8 persen. Selanjutnya, Bulgaria mencatat 17,3 persen dan Prancis sebesar 16,2 persen.

Persentase NEET perempuan di jerman lebih tinggi

Perempuan muda di Jerman tercatat sedikit lebih banyak masuk dalam kelompok NEET dibandingkan laki-laki. Persentasenya mencapai 10,5 persen untuk perempuan dan 9,6 persen untuk laki-laki. Kondisi serupa juga terlihat pada rata-rata Uni Eropa.

Perbedaan juga terlihat berdasarkan wilayah tempat tinggal. Di Jerman, persentase NEET di kalangan anak muda yang tinggal di kota besar mencapai 10,6 persen, lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan yang sebesar 7,9 persen.

Sebaliknya, kondisi berbeda terlihat di Uni Eropa secara keseluruhan. Anak muda yang tinggal di daerah pedesaan justru lebih banyak masuk dalam kelompok NEET, dengan persentase mencapai 15,4 persen. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)