Muktamar ke-35 NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, Penentu Rais Aam dan Ketum PBNU

Sidang Pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur. MI

Muktamar ke-35 NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, Penentu Rais Aam dan Ketum PBNU

Faishol Taselan • 30 August 2026 23:47

Jombang: Sembilan kiai terpilih sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Kesembilan anggota AHWA tersebut akan memiliki peran dalam proses penentuan kepemimpinan PBNU masa khidmat 2026-2031.

Penetapan sembilan anggota AHWA dilakukan dalam Rapat Pleno Kelima Muktamar Ke-35 NU pada Minggu malam, 30 Agustus 2026. Nama-nama tersebut ditetapkan berdasarkan hasil pemungutan suara para peserta muktamar.

Berdasarkan tabulasi hasil pemilihan, KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso memperoleh suara terbanyak dengan 485 suara atau 10,31 persen.

Posisi berikutnya ditempati TGH KH Nuruzzahir Yahya dari Waled NU dengan 477 suara atau 10,14 persen. Selanjutnya, AG Dr KH Baharuddin HS, MA memperoleh 392 suara atau 8,34 persen dan KH Miftachul Akhyar meraih 350 suara atau 7,44 persen.

Empat nama berikutnya yakni KH Afifuddin Muhajir dengan 339 suara atau 7,21 persen, KH Anwar Iskandar dengan 326 suara atau 6,93 persen, KH Amar Manshur dari Lirboyo dengan 303 suara atau 6,44 persen, KH Said Aqil Siradj dengan 273 suara atau 5,80 persen, serta KH Abun Bunyamin, dengan 268 suara atau 5,70 persen.

“Mereka yang akan melakukan persidangan untuk memilih Ketua Umum PBNU. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan,” kata Pimpinan Sidang Prof Ganefri saat membacakan surat keputusan, Minggu, 30 Agustus 2026.
 


AHWA Tentukan Rais Aam

Setelah penetapan, sembilan anggota AHWA akan menggelar persidangan untuk menentukan Rais Aam. Proses tersebut berjalan beriringan dengan tahapan pemilihan Ketua Umum PBNU.

“Seiring dengan AHWA bersidang, secara paralel akan dilakukan dilakukan pemilihan calon Ketua Umum,’ katanya.

AHWA menempati posisi penting dalam mekanisme pemilihan kepemimpinan PBNU yang disepakati dalam Muktamar Ke-35 NU. Forum tersebut akan menjadi ruang musyawarah sembilan kiai terpilih untuk menentukan Rais Aam sekaligus menjalankan tahapan terkait kepemimpinan PBNU periode mendatang.

Anggota Komisi Organisasi Muktamar Ke-35 NU, M Romahurmuziy, mengatakan kesembilan anggota AHWA akan melakukan pertemuan secara tertutup. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung di kediaman salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah, yang berada tidak jauh dari arena sidang pleno.


Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Metro TV/Jose

"Nanti setelah mereka ditetapkan sebagai AHWA, sembilan nama ini para kiai yang kita hormati bersama akan bermusyawarah untuk memilih salah satu dari mereka menjadi Rais Am. Musyawarahnya akan dilakukan di dalam Kaspuhan itu adalah rumah pribadi Almaghfurlah Kiai Wahab Hasbullah, kebetulan kakek buyut kami sendiri dan mereka akan diberikan waktu untuk menetapkan siapa di antara sembilan itu menjadi Rais Am," tuturnya.

Romahurmuziy menilai para peserta muktamar telah mempertimbangkan kapasitas para kiai sebelum memilih mereka sebagai anggota AHWA. Menurut dia, rekam jejak pengabdian serta kealiman menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses pemilihan.

"Saya meyakini bahwa setiap cabang dan wilayah sudah bisa menilai mana kiai-kiai yang memang layak untuk menjadi AHWA, dan dari muktamar ke muktamar saya sudah mengikuti beberapa muktamar di NU, semuanya membuktikan bahwa yang selalu dipilih oleh para muktamirin adalah para kiai sepuh yang alim allamah ya, yang memang mereka memiliki track record yang sudah teruji selama ini pengabdiannya di Nahdlatul Ulama," ungkapnya.

(Whisnu M)