Ilustrasi penggunaan Starlink. Foto: Primacom
Internet Starlink Tetap On Pascagempa di NTT, Simak Penjelasannya
Muhamad Marup • 27 August 2026 18:56
Jakarta: Pascabencana di berbagai daerah, termasuk gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada seluruh sektor termasuk telekomunikasi. Pemerintah mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan perangkat Starlink yang merupakan salah satu inovasi milik Elon Musk itu untuk menjaga konektivitas di wilayah terdampak bencana.
Melansir situs resmi Starlink, Starlink dirancang untuk mencairkan salju dan tahan hujan es, hujan lebat, serta angin kencang. Selain itu, Starlink juga cocok untuk menghadirkan layanan internet rumah di area pedesaan dan daerah terpencil.
Starlink juga memiliki konektivitas yang andal dan tangguh dengan kecepatan hingga 400+ Mbps. Keunggulan lainnya adalah Starlink sangat portabel sehingga cocok untuk wilayah terdampak bencana.
Penyebab Starlink Tetap Aktif
Melansir Primacom, Starlink menggunakan konstelasi satelit Low Earth Orbit (LEO) yang mengelilingi bumi pada ketinggian sekitar 550 kilometer. Sistem ini tidak bergantung pada kabel fiber lokal maupun tower pemancar di area terdampak.Selama perangkat terminal dan sumber listrik tersedia, koneksi dapat tetap beroperasi. Sumber listriknya pun fleksibel, dapat menggunakan jaringan utama, genset, maupun panel surya sebagai cadangan.
Inilah keunggulan utama Starlink untuk bencana. Jika satu titik mengalami gangguan, sistem akan secara otomatis terhubung ke satelit lain dalam jaringan yang sama. Model jaringan terdistribusi ini membuat Starlink untuk bencana lebih tangguh dalam situasi krisis.
| Keunggulan Starlink | Keterangan |
|---|---|
| Tidak Bergantung pada Infrastruktur Darat | Starlink memancarkan sinyal langsung dari satelit ke perangkat penerima, sehingga tidak bergantung pada menara BTS atau kabel fiber yang rawan rusak . |
| Instalasi Cepat | Perangkat Starlink bisa dipasang dan diaktifkan dalam hitungan menit, sangat ideal untuk situasi darurat yang membutuhkan respon cepat. |
| Portabel | Perangkat Starlink relatif ringan dan mudah dibawa ke lokasi bencana, bahkan ke daerah terpencil yang sulit dijangkau. |
| Jangkauan Luas | Bisa menjangkau area mana pun dengan pandangan langit yang cukup, termasuk daerah yang infrastruktur telekomunikasinya hancur total. |
Peran Starlink dalam Situasi Darurat
Dalam kondisi darurat, konektivitas dibutuhkan untuk mengirim data kondisi lapangan, melakukan koordinasi antar instansi, hingga memastikan komunikasi tetap berjalan. Starlink untuk bencana sering dimanfaatkan untuk mendukung posko darurat, rumah sakit lapangan, lokasi evakuasi, hingga operasional di area yang terisolasi.Dengan koneksi berbasis satelit, komunikasi dapat segera dipulihkan tanpa harus menunggu perbaikan infrastruktur kabel yang rusak. Bagi perusahaan, terutama yang beroperasi di sektor pertambangan, energi, perkebunan, maupun maritim, Starlink untuk bencana juga menjadi bagian dari strategi business continuity. Infrastruktur komunikasi cadangan berbasis satelit membantu menjaga sistem monitoring, keamanan, dan operasional tetap berjalan meskipun terjadi gangguan besar.
Cara Instalasi dan Aktivasi Starlink
Aktivasi dilakukan melalui aplikasi Starlink setelah perangkat terpasang dan terhubung ke listrik:- Pasang antena di area terbuka tanpa halangan (atap/tiang/area lapang).
- Hubungkan antena ke router Starlink, lalu sambungkan ke listrik.
- Unduh aplikasi Starlink (Android / iOS).
- Login dengan akun Starlink Anda.
- Ikuti panduan di aplikasi hingga aktivasi selesai.