KJRI San Francisco menghadirkan layanan Warung Konsuler di Federal Way Community Center. Foto: KJRI San Francisco
KJRI San Francisco Perluas Layanan dan Peluang WNI lewat Warung Konsuler
Muhammad Reyhansyah • 28 August 2026 15:10
Seattle: Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco menghadirkan layanan Warung Konsuler di Federal Way Community Center, Seattle, Washington, Amerika Serikat, pada 22–23 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi upaya KJRI mendekatkan pelayanan konsuler kepada warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Pacific Northwest.
Sebanyak 75 peserta memanfaatkan layanan yang mencakup pengurusan paspor, legalisasi dokumen, hingga konsultasi kekonsuleran. KJRI juga memberikan konsultasi kepada mantan WNI dan warga negara asing terkait fasilitas keimigrasian Indonesia, termasuk skema Global Citizen of Indonesia.
Dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Jumat, 28 Agustus 2026, Warung Konsuler merupakan bagian dari layanan jemput bola KJRI San Francisco bagi masyarakat Indonesia yang tinggal jauh dari kantor perwakilan di San Francisco.
Dengan layanan tersebut, WNI di wilayah Seattle dan sekitarnya dapat mengakses sejumlah kebutuhan konsuler tanpa harus melakukan perjalanan ke California.
Memperluas Jejaring Diaspora Indonesia
Rangkaian kegiatan KJRI San Francisco di Seattle tidak berhenti pada pelayanan konsuler. Pada kesempatan yang sama, Konjen RI San Francisco Yohpy Ichsan Wardana berdialog dengan sejumlah profesional Indonesia yang berkarier di perusahaan teknologi dan industri global, termasuk Amazon dan Boeing.Pertemuan tersebut membahas peran diaspora profesional Indonesia dalam membangun jejaring dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat di Tanah Air. Salah satu profesional yang terlibat, Vasha Bhatari dari Amazon Web Services, bersama Indonesian Professionals Association (IPA), turut membangun jejaring profesional Indonesia di Seattle dan sekitarnya.
Dari jejaring tersebut, KJRI San Francisco bersama diaspora profesional Indonesia menjajaki pengembangan program “Kelas Inspirasi” secara daring bagi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Program itu dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan profesional Indonesia di Amerika Serikat sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman, wawasan industri, serta gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja global.
Melalui Kelas Inspirasi, para profesional Indonesia di Amerika Serikat diharapkan dapat berbagi pengalaman dan keahlian yang mereka peroleh selama berkarier di berbagai sektor. Program tersebut juga diarahkan untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri memasuki lingkungan kerja yang semakin terhubung dengan industri global.
Peluang bagi WNI di sektor tenaga kerja juga menjadi pembahasan dalam pertemuan Yohpy dengan Presiden Holland America Line (HAL) Beth Bodensteiner pada 24 Agustus 2026. Perusahaan kapal pesiar tersebut saat ini mempekerjakan lebih dari 6.000 WNI di berbagai posisi pada armadanya.
HAL merekrut sekitar 400 WNI setiap tahun. Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, jumlah perekrutan tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 500 WNI per tahun.
Peningkatan Peluang Kerja bagi WNI
Selain jumlah tenaga kerja, pertemuan tersebut membahas peningkatan kompetensi awak kapal Indonesia, khususnya kemampuan bahasa asing. HAL mendorong penguatan kemampuan bahasa Belanda dan Jerman bagi ABK Indonesia karena tingginya jumlah wisatawan dari kedua negara yang menggunakan layanan kapal pesiar.Penguatan keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung profesionalisme ABK Indonesia sekaligus memperluas peluang mereka di sektor hospitality dan industri pelayaran internasional.
“Profesional Indonesia telah menunjukkan kompetensi dan daya saing di berbagai perusahaan global. Kita ingin semakin banyak talenta Indonesia memperoleh kesempatan sekaligus membawa knowledge, network, dan opportunity yang bermanfaat bagi Indonesia,” ujar Yohpy.
Selain kegiatan di Seattle, KJRI San Francisco juga mendapat dukungan dari Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar untuk gerakan 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes). Benny menyampaikan pesan melalui video yang ditujukan kepada atlet paralimpik dunia.
"Satu hal yang dapat kita pelajari dari para atlet paralimpik yang gigih ini adalah semangat mereka untuk selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa, negara, dan dunia. Mereka adalah pahlawan yang sejati. Terima kasih dari Indonesia," ujar Benny.
Rangkaian kegiatan KJRI San Francisco di Seattle berlangsung pada 22–24 Agustus 2026, mencakup pelayanan konsuler, pertemuan dengan diaspora profesional, serta pembahasan peluang dan pengembangan kompetensi WNI.
Kegiatan tersebut memperluas jangkauan layanan perwakilan Indonesia sekaligus membuka ruang bagi diaspora untuk terhubung dengan pengembangan talenta dan peluang kerja di Tanah Air.